PMII Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik, Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Gowa Gelar RTAR

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

SULSELBERITA.COM. Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik, Komisariat UIN Alauddin Makassar Cabang Gowa menggelar RTAR (Rapat Tahunan Anggota Rayon) yang Ke-IX, Sabtu-Minggu(5-6/03/2022).

RTAR Ke-IX ini dilaksanakan di Pasar Minasamaupa dengan mengusung sebuah tema tentang ” Membantuk Nahkoda Yang Berjiwa Pemimpin ”

Bacaan Lainnya
Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

RTAR merupakan sebuah musyawarah dimana terdapat penuangan ide serta gagasan untuk kepengurusan berikutnya selama satu periode

Hasil dari musyawarah kali ini membawa Irham Musafir sebagai Formatur Ketua Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik serta Nur Muthmainnah sebagai Ketua Kopri Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik

Muh. Ansar selaku Ketua Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik mengungkapkan jika masih banyak yang perlu dibenahi namun bukan berarti pengurus tidak mampu untuk menemukan solusi, tetapi diperlukan sebuah kebersamaan untuk solusinya

ia juga menambahkan jika hambatan selama kepengurusan mungkin sederhana, namun sulit untuk diatasi. Sebab, beberapa bulan kepengurusan harus dihadapkan dengan kenyataan Pandemi Covid-19 yang menyulitkan untuk bersosialisasi antar kader dan menyebabkan renggangnya hubungan emosional didalam internal rayon itu sendiri.

Ketua Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik juga mengharapkan agar kader terkhusus Rayon Ushuluddin bisa mengasah skill mereka

“Saya berharap adanya peningkatan skill baik itu hard skill maupun soft skill, yang tentunya sangat bermanfaat kedepannya bagi anggota rayon itu sendiri”

A. Tenri Wuleng, selaku Ketua Kopri Rayon Ushuluddin, Filsafat dan Politik mengatakan jika Pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang mempengaruhi dinamika kaderisasi, dimana banyak kader yang berpulang kampung oleh karenanya pengurus menggunakan metode kaderisasi yang dapat diaplikasikan secara online namun tetap bermutu

 

Ia juga berharap agar kedepannya kepengurusan baru ini dan juga Kopri Ushuluddin menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan kepengurusan sebelumnya

” Semoga Kopri Ushuluddin bisa menjadi pelopor gerakan sosial gender feminisme, tetapi nilai-nilai Aswaja tidak ditinggalkan sebagai identitas kita di masyarakat Annahdliyah ”

Irham Musafir, Formatur Ketua yang terpilih mengharapkan agar hubungan emosional antara sesama Kader di PMII Rayon Ushuluddin bisa terbangun kembali dan adanya pelatihan yang bisa mengasah skill dari kader itu sendiri

” Harapan saya, kedepannya memberikan ruang-ruang kepada kader PMII dengan banyak mengadakan pelatihan berbasis pengembangan skill dan intelektual agar kita bisa mengembalikan marwah yang tekah ada di PMII Rayon Ushuluddin”, harapnya

Selain itu, Nur Muthmainnah yang merupakan Formatur Ketua Kopri yang terpilih juga mengharapkan jika di kepengurusan rayon selanjutnya bisa memaksimalkan kaderisasi untuk menciptakan kader yang berkualitas

” Saya berharap, kita bisa saling bersinergi bersama erutama untuk Kopri Ushuluddin untuk membuat gerakan baru di Kopri Rayon, sebab segala sesuatu akan terlaksana jika kita saling merangkul dan mengerjakannya bersama-sama”.

Pos terkait