LAPAS TAKALAR DiDUGA “TUKAR KEPALA”, SEBELAS NAPI DIPINDAH TAK SESUAI DAFTAR SURAT KANWIL KUMHAM SULSEL

1280
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar – Terkait kasus Oknum Pejabat struktural di lingkungan lapas kelas IIB Takalar yang melakukan Tukar kepala pemindahan warga binaan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan klas II B Takalar kembali berulah, Bahkan pihak Kalapas selalu menutup diri saat dimintai informasi seputar lapas.

Berawal saat salah satu keluarga warga binaan yang coba meminta konfirmasi inisial TE, terkait kebenaran tentang adanya beberapa narapidana yang di pindahkan secara mendadak oleh pihak lapas.

Oknum pegawai yang menjabat di salah satu jabatan struktural di Lembaga Pemasyarakatan IIB Takalar yang di jadikan fungsi vital untuk mencoper pungutan terhadap warga binaan yang pasalnya tidak sesuai dengan fungsi organisasi pada lembaga pemasyarakatan pasalnya semua Kewenagan dilimpahkan ke orang kepercayaan kalapas yang menduduki salah satu jabatan struktural di lingkungan lapas kelas II B Takalar, Bahkan pemindahkan narapidana tersebut tidak sesuai dengan daftar surat yang di layankan dari Kanwil Kumham Sul sel

Baca Juga  Satlantas Polres Gowa Bagi-Bagi Stiker MRSF

Dugaan pungutan liar di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Takalar muncul setelah Pergantian kalapas Definitif Akhir Tahun Kemarin, Dugaan itu disampaikan oleh beberapa keluarga narapidana yang masih mendekam menjalani sisa pidananya

Jika benar demikian, sungguh disayangkan hal tersebut justru bertolak belakang dengan aturan dan hak narapidana yang tercantum pada pasal 14 ayat (1) UU Pemasyarakatan, Dimana dalam pasal yang berisi 13 point tersebut disebutkan dalam point (e) bahwa narapidana lembaga pemasyarakatan berhak menyampaikan keluh kesahnya.

Sedangkan pada prinsipnya kalapas dituntut untuk bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh undang-undang.

Sementara Kalapas Takalar H.Rasbil yang berusaha di konfirmasi melalui chat WA, Rabu (2/2/2022), oleh awak media ini, malah bungkam dan tidak merespon sama sekali chat konformasi yang dikirimkan sampai berjam jam.

Lain halnya yang dilakukan oleh awak media Lensa Naga yang berusaha mengkonfirmasi melalui sambungan telpon, kalapas Takalar meminta agar awak media melakukan klarifikasi langsung di kantornya, dan meminta awak media untuk segera datang saat itu juga ke kantornya.

Baca Juga  Ada Apa Bhabinkamtibmas Desa Parangmata Sambagi Warga Di Pinggir Jalan

Namun alangkah kecewanya, karena hanya berselang 5 menit, setelah kalapas takalar meminta untuk datang, ternyata yang bersangkutan tidak ada di kantornya, menurut salah satu pegawai lapas, bahwa Kalapas sedang keluar, kami pun menyampaikan bahwa kami disuruh datang temui beliau dikantornya sekarang,

Awak mediapun tetap sabar menunggu sampai setengah jam di depan Lapas Takalar, karena tak kunjung muncul, awak mediapun meninggalkan Lapas kelas II Takalar, sambil mengirimkan WA kembali bahwa awak media terpaksa bergeser karena Kalapas tidak muncul.

Tak lama kemudian Kalapas kembali menelpon awak media Lensa Naga dengan alasan dia ada di RM H.Lipung makan siang, lalu awak media Lensa Naga mengatakan apakah kalapas sudah siap sekarang untuk di konfirmasi,

Kalapas Takalar malah beralasan bahwa akan melakukan Zoom Meeting, dan mengarahkan untuk klarifikasi lewat WA, atau salah satu pegwai lapas.

Baca Juga  Mashaa Allah, Polsek Bajeng Renovasi Mushallah Syekh Yusuf Secara Swadaya

Hal ini tentunya terkesan kuat, Kalapas Takalar sengaja mempermainkan awak media. Namun pada akhirnya, Humas Lapas Kelas Takalar Memberikan Klarifikasi, “Saya Munawir Humas Lapas Takalar, Saya mewakili Kalapas, ingin menyampaikan alasan adanya pembatalan SK saat pemindahan 11 Napi ke lapas Wanita
“Jadi kami melakukan pembatalan SK karena alasan keamanan, si Napi ini punya masalah dengan beberapa Napi di lapas tujuan yang belum terselesaikan, karena alasan demikian kamipun mengambil langkah preventif demi keselamatan Napi ini dan membatalkan SK pengiriman Napi tersebut”.
Lanjut dikatakan, ” Untuk namanya belum bisa kami sampaikan, sebelum ada instruksi dari pimpinan”

Apa yang terjadi di Lapas Kelas II Takalar mengindikasikan Capaian program Revolusi Mental dan ‘Kami Semakin Pasti’ akan mengalami kegagalan karena telah diaborsi sendiri oleh birokrat yang bermental korup.

BAGIKAN