Kepala Tehnik Tambang PT. WIN , Angkat Bicara Menyoal Izin Bongkar Muat !!

82
Advertisement

SULSELBERITA.COM, KENDARI – Menyoal adanya tudingan yang di alamatkan kepada salah satu perusahaan tambang yang ada di konsel yakni , PT. Wijaya inti Nusantara (PT.WIN ) di salah satu media online yang menyebut bahwa PT.WIN nekat melakukan pemuatan Ore meski belum mengantongi izin bongkar muat.

Dalam release di media Online itu, pihak yang mempermasalahkan izin bonkar muat tersebut, meminta kepada UPP kelas III Lapuko agar turun tangan memberikan Sanksi tegas kepada PT Wijaya Inti Nusantara (PT.WIN), karena menurut pihak tersebut, bahwa perusahaan tersebut diduga melakukan kegiatan bongkar muat tanpa mengantongi izin.

Kemudian hal itu juga, dibenarkan oleh pihak Syahbandar Wilker Torobulu Rahman, jika PT WIN belum mendapatkan izin bongkar muat, dan dijelaskan juga jika  salah satu syarat penerbitan ijin muat harus ada laporan rencana kegiatan bongkar muat (RKBM) dari PBM ,”Katanya di langsir dari salah satu media Online.

Karena menurutnya hal itu, mengacu pada aturan di PP NO 61 THN 2009 tentang Kepelabuhanan pada bab 4 pasal 38, tentang pengaturan dan pembinaan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan.

Namun demikian, berkenaan dengan hal  tersebut, Kepala Tehnik Tambang (KTT), PT. Wijaya Inti Nusantara (PT.WIN), Imam “memberikan penjelasan seperti ini,,” rabu 02/02/22.

seperti yang di katakan pihak syabandar Torobulu bahwa pihak syabandar Torobulu bahwa tidak akan meberikan izin bonkar muat jika tidak ada Izin laporan rencana kegiatan bongkar muat (RKBM).

Menanggapi hal tersebut Kepala Tehnik Tambang PT. Wijaya Inti Nusantara (PT.WIN), Imam mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini pihak perusahaan kami belum bisa mengadakan syarat yang  di minta oleh pihak syabandar Torobulu, sebab ada pihak PBM yang  menolak untuk bekerja sama.

Baca Juga  Unik...139 Personil dan Bhayangkari Polres Gowa Rayakan Ulang Tahun Bersama

Karena atas perihal tersebut juga kami dari pihak perusahaan memutuskan untuk tidak menggunakan Perusahaan Bonkar Muat (PBM ), di karenakan ada sebab lain lainya salah satunya adalah adanya tuntutan dari PBM yang belum bisa di penuhi oleh perusahaan.”Katanya

Meski seperti itu, Kepala Tehnik Tambang ini juga mengatakan, bahwa pihak perusahaan ada dasar yang kuat kenapa masih melakukan aktivitas bonkar muat tersebut, menurut Imam bahwa sesuai Peraturan Mentri perhubungan  no 52 thn 2021 pasal (4) no (3) kegiatan bonkar muat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. dapat di lakukan oleh pengelola Terminal Khusus atau Terminal untuk kepentingan sendiri dengan :

a . secara langsung tanpa mendirikan perusahaan bonkar muat atau tanpa menggunakan tenaga kerja bonkar muat setempat

“Jadi utuk Terminal Khusus(TERSUS ),Perusahaan Bonkar Muat (PBM) itu tidak wajib,” Tuturnya

Masih lanjut Imam, adapun terkait dengan penjelasan pihak syabandar torobulu, dalam permintaan surat Izin Bongkar Muat harus ada Laporan Rencana Kerja Bongkar Muat ( RKBM) dari PBM, tentu hal itu perlu di pertanyakan kembali lagi, karena saat ini perusahaan PT.WIN sedang dalam tidak bekerja sama dengan Perusahaan Bonkar Muat ( PBM )

Jadi bagaimana mungkin syarat yang di maksud itu akan ada, jika perusahaan saja tidak dalam bekerja sama dengan Perusahaan Bongkar Muat ( PBM).

Baca Juga  Sukses PK 2021, Kepala BKKBN RI berkunjung ke Takalar

Karena itu juga, kata Imam pihaknya tidak bisa memberikan Laporan Rencana Kegiatan Bongkar Muat (RKBM) dari PBM , yang di minta oleh pihak syabandar Torobulu, di karenakn posisi perusahaan saat ini kan tidak dalam bekerja sama dengan Perusahaan Bongkar Muat (PBM),” Terang Imam.

Harusnya izin bonkar muat itu, tidak di persulit, karena sesuai dengan peraturan kementrian Perhubungan Perusahaan kami juga telah memenuhi syarat-syarat yang di maksud,”Imbuhnya.

Dalam posisi seperti ini kami juga meminta untuk tidak di persulit, jangan seolah olah harus di paksakan pake laporan Rencana Kegiatan  Bongkar Muat ( RKBM), dari Perusahaan Bongkar muat(PBM),”sementara perusahaan kami sedang tidak dalam bekerja sama dengan Perusahaan Bonkar Muat (PBM).dan jika kita merujuk pada peraturan kementrian Perhubungan no 5 tahun 2021 pasal 4 ayat (3) no (1) huruf A, sebenanrnya syarat itu juga tidaklah wajib,”Terangnya.

Imam juga mengatakan bahwa terkait soal izin bonkar muat tersebut, jauh sebelumnya juga pihak Agen kami sebelum tiba tonkang sudah mengajukan izin tambat dan labuh serta bonkar muat.

“Jadi mereka sudah menyurat sejak tgl 29, hanya saja dari pihak syabandar torobulu, masih enggan mau mengeluarkan surat izin bonkar muat tersebut.

Sementara, terkait dengan belum di keluarkanya surat izin bonkar muat dari syabandar Torobulu, pihaknya juga sempat berkordinasi dengan pihak syabandar lain untuk meminta petunjuk,dan setelah berkordinasi dengan pihak syanbandar lain,  terkait dengan Laporan Rencana Kegiatan Bongkar Muat ( RKBM ) dari Perusahaan Bongkar muat (PBM) tidaklah menjadi alasan untuk tidak di keluarkanya surat izin bonkar muat tersebut,” Tuturnya.

Baca Juga  Wabup Takalar Pimpin Apel Pencanangan Kampung Siaga Bencana Kabupaten Takalar

Karena itu, Imam menegaskan terkait belum adanya surat izin bonkar muat dari syabandar Torobulu, itu hanyalah bagian dari miskomunikasi antara pihak syabandar Torobulu dengan perusahaan. bukan berarti kami sengaja untuk melanggar aturan tersebut,”tegas ia katakan

Sehingga ada alasan lain lain yang memperkuat perusahaan kami, kenapa masih melakukan aktivitas bongkar muat.”Ucapnya.

Selain itu juga kata Imam, jika di hentikan sementara proses bonkar muat tersebut perusahaan kami bisa  rugi juga ,” katanya.

Olehnya itu, Imam,” kembali berharap kepada pihak Syabandar Torobulu dan kepada pihak lain yang mempermasalahkan persoalan tersebut, bisa memahami kondisi perusahaan saat ini.”Harap Imam.

Kepala Tehnik Tambang ini juga mengatakan akan  berkordinasi kembali dengan pihak syabandar Torobulu, sehingga terkait dengan adanya pemberitaan yang menuding bahwa perusahaan PT. Wijaya Inti Nusantara (PT.WIN), belum memilik izin bonkar muat, tidak terus jadi pembicaraan publick yang bisa menimbulkan opini negatif publick yang kurang baik,

Meski demikian Kepala Tehnik Pertambangan ini juga tetap mengapresiasi kritik yang ada, karena menurutnya kritik yang masuk akal adalah sebuah saran yang baik untuk kita jadikan perbaikan dalam melangkah ke arah yang labih baik,” tutup Imam (Kepala Tehnik Pertambangan).”( TIM )

BAGIKAN