SPBU14.283.6116 Payung Siatap Diduga Bersekongkol Dengan Mafia BBM Kelas Besar Menjual Bio Solar Hingga Ratusan Derigen

51

SULSELBERITA.COM. PELALAWAN – SPBU14.283.6116 Pangkalan Lesung.
Beralamat di Jalan Lintas Sumatra Pangkalan Lesung kabupaten Pelalawan.
sudah sejak bertahun-tahun melakukan penimbunan BBM JENIS BIO SOLAR BERSUBSIDI DAN PERTALITE KEPADA MAFIA BBM BERJUMLAH BESAR hingga Ratusan Derigen ber rukuran Besar 35 liter berkisar berjumlah 3 sampai 5 ton satu malam penjualan mereka kepada mafia penimbum BBM BERSUBSIDI Tersebut.

Dan pada tahun 2020 juga pernah di pergoki oleh beberapa awak media operator dan Mafia spbu tersebut sedang melakukan aktipfitas yang diduga ilegal tersebut sepat dua kali ketangkap basa oleh kamera jurnalis bukan hanya siang hari namun, malam hari bahkan di sore hari pun mereka berani terang terangan menjual bbm jenis Bio Solar bersubsidi kwpada para mafia penimbun bbm Bersubsidi tersebut.

Pada tanggal 28 bulan Desember 2020 sekira pukul 15 : 07 wib. Baru-baru ini juga sekita tanggal 15 september 2021 sekitar pukul.15 : 50 wib juga sangat luarbias penjualan bbm jenis pertalite dengan menggunakan Derigen berkisar sampai 150 Derigen dengan menggunakan angkuta mobil L300 untuk meraih keuntungan mulai dari Rp. 15.000.00 per Derigen sampai dengan Rp.20.000.00 per Derigen.

Baca Juga  Babinsa Larang Warga Mendekati Pemakaman

Tidak hanya sampai di situ juga pernah di pergoki awak media para mafia sedang melakukan pengisian bbm jenis bio solar menggunakan selang dari pompa spbu yang di masukan ke dalam lobang Derigen milik mafia tersebut bahkan yang aneh nya lagi, bukan hanya operator yang mengisikan bbm kedalam Derigen tersebut namun, seorang mafia bukan lah pekerja di spbu yang melakukan pekerjaan tersebut, selayak nya sebagai operator spbu tersebut.

Lalu pada malam hari nya rombongan awak media yang pulang dari tembilahan pas melintas arah pulang ke pekanbaru lagi-lagi pihak spbu tersebut melakukan penimbunan bbm ketangkap oleh kamera wartawan atau awak madia padahal pagi nya sudah pernahh di ingatkan oleh wartawan kalau pekerjaan mereka itu tidak di perbolehkan oleh pemerintah setempatat baikpun pertamina karena itu adalah bbm bersubsidi milik masyarakat umum tapi malah semakin parah malam nya. Mereka kembali bereaksi tambah parah ada dua mobil carry dan mobil L300 sedang melakukan penimbunan bbm.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Desa Laikang Kec.Mangarabombang Himbau Warga Jaga Kesehatan Demi Cegah Covid-19

Akibat dari ulah oknum operator spbu dan Mafia penimbunan bbm bio solar baikin pertalite , banyak pengedara rodah empat dan rodah enam pada siang hari handak melakukan pengisian minyak bbm untuk di gunakan kendaraan dari para pengemudi kecewa dan mengeluh,kan BBM jenis solar dan pertalite.
Ketika mampir di spbu , pihak operator mengatakan solar Habis.

Diduga minyak banyak namun di bilang operator habis karena diduga mereka dari operator spbu hanya melayani mafia penimbun bbm saja karena harga dan ke untungan nya lebih besar di ketimbang di jual kepada pengemudi biasa.

Spbu ini ketika di beritakan tidak mempan dan di laporkan ke pihak pertamina pun tidak mempan alias kebal Hukum adminitrasi,dan dibalik itu diduga di backup oleh oknum Anggota polisi inisial (JN) dan oknum wartawan inisial ( IBL)

Baca Juga  Kapolsek Bajeng Gowa Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pesantren Tahfidz Jami'ul Qurra' Wahdah Islamiyah

Maka pihak pengusaha dari spbu tersebut santai-santai saja karena diduga kuat hal yang di lakukan oleh pihak manajemen spbu dan pengawas spbu atau manager SPBU,14.283.6116
tersebut, sudah di ketahuan pemilik perusahan dari spbu .” namun pihak perusahan dari pemilik spbu tersebut hanya tutup mata saja.

Dilain pihak, pengawas SPBU yang mengaku bernama endri, membantah hal tersebut melalui chat WA.

“Mohon maaf , saya mau klarifikasi, kita tidak ada melakukan pengisian jerigen dan penimbunan minyak kepada mafia BBM, mobil dan motor masih kok setiap hari ngisi minyak di SPBU kita, dan juga kita tidak menjual minyak bio solar kepada mobil CPO dan Mobil Kayu, kita mengikuti arahan dari pihak pertamina”. Tulis Endri. Sabtu, (4/12/2021).

(Tim)

BAGIKAN