Kasus bantuan Covid 19 TKA/TPA bergulir terus di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa

297
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Gowa - Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi melaporkan ke kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa , sejak tanggal 25 Juni 2021 dengan laporan dugaan tindak pidana korupsi bantuan Covid 19 TKA/TPA tahun 2020 yang diduga dilakukan oleh Ketua TKA/TPA dan Bendahara Gowa,dimana pada tahun 2020 sebanyak seribu (1000)TKA/TPA mendapat bantuan dari Kementerian Agama per TKA/TPA sebesar 10 juta rupiah namun setelah pencairan di Bank BNI oleh masing masing ketua TKA/TPA diminta dipotong oleh Dewan Pembina Kecamatan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia ( DKP BKPRMI) rata rata sebesar 5 juta rupiah,diduga atas himbauan Ketua TKA/TPA dan Bendahara Kabupaten.

Amiruddin menjelaskan kepada awak media saat ditemui dikantornya bahwa dari seribu TKA/TPA di potong sebentar 5 juta rupiah per TKA/TPA berarti kalau dirinci kerugian Negara mencapai 5 milyar rupiah yang diduga dikorupsi oleh Ketua TKA/TPA dan Bendahara Kabupaten .

Baca Juga  Terlibat Korupsi, Aspidsus Kejati Kepri Sikat Sesama Jaksa

Ditambahkan lagi oleh Kr.Tinggi bahwa penanganan Kasus korupsi yang dilaporkan di Kejaksaan Kabupaten Gowa menurutnya masih bergulir terus sesuai percakapan lewat Whatsapp ketua DPP Lsm Gempa Indonesia dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa,dikatakan oleh Kejari, hampir tiap hari dilakukan pemeriksaan terhadap ketua TPA/TKA karena terlalu banyak dapat bantuan

Advertisement

Dikatakan oleh Amiruddin mudah mudahan pihak kejaksaan negeri Kabupaten Gowa dapat dipercaya untuk memberantas kasus Korupsi dikabupaten gowa karena sampai saat ini tidak satupun kasus korupsi yang dilaporkan oleh Lsm tuntas proses hukumnya utamanya kasus bantuan Covid TKA/TPA tahun 2020 sebanyak 1000 TKA/TPA yang diperkirakan kerugian Negara sebesar 5 milyar Rupiah,seharusnya pihak kejaksaan negeri Kabupaten Gowa sudah menyeret ketua TKA/TPA Kabupaten Gowa dan Bendahara tutupnya.

Baca Juga  Kadis Pertanian Cuma Di Vonis Satu Tahun Penjara, Ini Kata Mantan Kajari Takalar
BAGIKAN