Asyik..? HUT RI Ke-76 Desa Nesowi Dapat Kado Special?Tower BTS Dibangun, Masyarakat Desa Nesowi Kec-Latoma Dan Sekitarnya, Kini Bisa Menikmati Jaringan Internet.

375

 

SULSELBERITA.COM ||Latoma, Kab-Konawe, Pembangunan base transceiver station (BTS) di daerah tertinggal dan terpencil salah satunya di Desa Nesowi Kabupaten Konawe, Kecamatan Latoma telah dibangun dan masyarakat Desa sudah bisa merasakan Jaringan internet,senin ( 23/08/21)

Penyerahan Dokumen Tower BTS ke kades Nesowi(kiri Baju putih Abd Haris)
Advertisement

Pembangunan tower BTS di wilayah ini menjadi harapan bagi pemerataan akses informasi sehingga dapat melahirkan kesempatan yang sama bagi warga desa dan generasi muda untuk bersaing dalam kemajuan ekonomi, digitalisasi, dan pendidikan. Kasi Infrastruktur dan Tek­nologi.

Dimana sebelumnya Desa Nesowi Kec Latoma, Kabupaten Konawe Provinsi sulawesi tenggara. yang sangat terpencil dan jauh dari Akses sangat menyulitkan untuk mendapatkan Akses internet sehingga Kondisi itu menyulitkan pelayanan masyarakat hingga jalannya pendidikan di masa pandemi.

Untuk itu, sejak 2019, Bakti Kominfo mencanangkan program universal service obligation. “Pada 2021 ini kembali mendapat bantuan sebanyak 48 site BTS yang akan dibangun di 48 desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi,” kata Aldisyar dalam program Ekspedisi Bakti untuk Negeri yang tayang di Metro TV, beberapa waktu lalu.

Gambar proses pendirian tower bts

Lanjut dalam keterangan Persnya,Ketika pembangunan pro­yek ini telah terlaksana, kesulitan-kesulitan yang selama ini dialami karena ketiadaan internet, khususnya di masa pandemi, bisa teratasi. Untuk membangun BTS ini, Kominfo juga menggandeng pemerintah daerah (pemda) dalam penyediaan lahan.

Syaratnya adalah “Ketika lahan tersedia, BTS akan dibangun, kemudian operator seluler dalam kerjasama dengan Bakti Kominfo akan masuk melayani telekomunikasi di wilayah-wilayah yang belum terjangkau tadi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Tim ekspedisi BAKTI KOMINFO pun menin­jau sekaligus penyerahan dokumen pembangunan BTS di Desa Nesowi Kecamatan Latoma,Kabupaten Konawe.

Pembangunan BTS di desa Nesowi yang berada Jauh dari Akses kota ini, sudah terbangun dan dapat dinikamati Masyarakat Desa Nesowi.

Adapun Akses untuk menuju Desa Nesowi Tim Ekspedisi Bakti Kominfo sempat mendapat kesulitan untuk menuju didesa itu pasalnya jalanya yang cukup menantang dengan jalanan berliku dan berbatu, sehingga itu Memerlukan waktu ber jam- jam untuk mencapai desa tersebut.

Sementara itu,Kepala Desa Nesowi menuturkan, kesulitan yang dialami masyarakat dan perangkat desa selama ini, karena tidak adanya jaringan internet. Kondisi yang sebelumnya sangat membuat sulitnya penyampaian informasi dari camat ke Desa dan dari desa Ke camat. Untuk berkomunikasi dengan wargapun perangkat desa harus bertemu secara fisik.

Kami warga Masyarakat Desa merasakan langsung bagaimana pahitnya ketika sinyal internet sama sekali tidak ada. Padahal, jaringan komunikasi jadi kebutuhan dasar, terutama di masa pandemi. Salah satunya untuk kegiatan belajar mengajar.Walaupun kegiatan sekolah tatap muka dilarang, ketiadaan jaringan internet memaksa anak-anak dan guru memindahkan kegiatan mereka di rumah.

Masih lanjut dikatakan Abd Haris ( Kades Nesowi) bertepatan dengan HUT RI KE 76 pemerintah desa dan masyarakat, Desa Nesowi Mendapatkan Kado Special dihari kemerdekaan Tower BTS terbangun Masyarakat Desa bisa Jaringan Internet, tuturnya.

Sehingga itu kami sangat bersyukur sekali dan akan melaksanakan syukuran karena tahun 2021 ini warga masyarakat desa Nesowi dapat menikmati kemerdekaan dengan hadirnya jaringan internet di desa Nesowi.
untuk itu pemerintah desa Nesowi tidak lupa pula, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah baik dari tingkat kabupaten sampai pemerintah pusat,terutama kementerian komunikasi dan informasi KOMINFO melalui BAKTI KOMINFO yang telah membangun BTS atau jaringan internet di Desa Nesowi
Kehadiran jaringan internet ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar buat warga masyarakat utamanya anak sekolah yang mana sangat membutuhkan jaringan dalam menerima ilmu pendidikan melalui on line dimasa pandemi, bukan hanya anak sekolah tapi juga buat petani di Desa Nesowi dan sekitarnya, sebab mereka juga dapat menggunakan media internet untuk belajar mengenai pertanian utamanya bagaimana caranya budidaya tanaman Nilam dengan baik sehingga bisa dipelajari melalui internet dengan layanan jaringan internet tersebut, kata Abd Haris

Abd Harispun “berharap” dengan hadirnya jaringan internet ini dapat meningkatkat perekonomian masyarakat Desa, apalagi di tengah pandemi covid 19 ini, tentu semua kegiatan masyarakat dapat di lakukan dari rumah saja contohnya.kalau ada warga yang mau jual hasil pertanian cukup mengunggah di media sosial, atau telpon pembeli untuk bertransaksi.

Masih lanjut Abd Haris,sebelum ada jaringan internet diDesa kami setiap mau menelpon harus keluar desa dulu untuk mencari jaringan dengan jarak tempuh sekitar 4 sampai 5 km baru bisa dapatkan jaringan “nah sekarang” jaringan internet ini sdh hadir di Desa Nesowi sehingga warga masyarakat sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang jauh, sembari ia mengingatkan “pesan saya kepada warga masyarakat agar menggunakan jaringan internet ini sebijak mungkin, tolong anak-anaknya di awasi jangan sampai disalah gunakan utama nya anak2 remaja gunakan media sosial dengan baik..jangan yang macam-macam karena banyak anak anak saya lihat sudah bisa membuka situs-situs dewasa, sehingga itu tetap diawasi dan hati hati, Karena kalau salah dalam bermedia sosial akibatnya bisa berurusan dengan hukum nantinya. Tandasnya.

( HNR ANDRI)