Jambore Mangrove Sulawesi Selatan dilaksanakan di Kabupaten Takalar

47
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar – Jambore Mangrove Sulawesi Selatan pada Hari Mangrove Sedunia
Pada 26 Juli 2021, berlangsung Jambore Mangrove se Sulawesi Selatan untuk memperingati hari Mangrove Sedunia. Kegiatan ini bertemakan “kolaborasi menjaga ekosistem pesisir Sulawesi Selatan”. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1000 peserta dari 10 kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru 2 titik, Pare-Pare, Pinrang 3 titik, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba dan Takalar. Diperkirakan peserta terbanyak ada di Kabupaten 200, Pangkep 100, dan rata-rata peserta di masing-masing kabupaten antara 50-100 orang.

Peserta ini adalah para volunteer yang tergabung dalam sekitar 288 komunitas yang tersebar di 10 kabupaten di Sulawesi Selatan. Volunteer ini tergabung dalam wadah komunitas mangrove yaitu Mangrove Brotherhood Celebes yang di kordinatori oleh wadah ini merupakan wadah inisiasi program akuakultur WWF-Indonesia untuk memfasilitasi penanaman mangrove yang ada di Sulawesi Selatan.
No. Kabupaten Jumlah Komunitas
1. Takalar 23
2. Bulukumba 21
3. Sinjai 26
4. Bone 15
5. Barru 18
6. Pare-Pare 26
7. Maros 73
8. Pangkep 14
9. Pinrang 58
10 Wajo 14

Baca Juga  Periksa Kondisi Hewan Ternak Di Era Baru, Hasbi : Peternakan Sapi Puan Ruddin Menjadi Contoh Di Tellulimpoe

Jumlah mangrove yang ditanam yaitu 50.000 bibit mangrove yang terbagi atas 18.000 bibit mangrove di kabupaten Maros, 10.000 bibit mangrove di kabupaten Pangkep, 4000 bibit mangrove di kabupaten Barru, 2000 bibit mangrove di kota Parepare, 6000 bibit mangrove di kabupaten Pinrang, 2000 bibit mangrove di kabupaten Wajo, 2000 bibit mangrove di kabupaten Bone, 2000 bibit mangrove di kabupaten Sinjai, 2000 bibit mangrove di kabupaten Bulukumba, dan 2000 bibit mangrove di kabupaten Takalar.

Hingga Juni 2021, jumlah mangrove yang telah ditanam yaitu 191.685 bibit mangrove, dengan jumlah mangrove yang diperkirakan hidup yaitu 170.268 bibit. Luas lahan yang telah ditanami ada sekitar 23,6 hektar. Dengan demikian, penanaman 50.000 mangrove secara serentak pada 26 Juli 2021 ini dapat menambah rehabilitasi penanaman mangrove yang difasilitasi oleh WWF-Indonesia.
Kegiatan Jambore mangrove yang ini juga dapat memacu kembali kegiatan-kegiatan komunitas/lembaga pemuda untuk lebih peduli pada persoalan lingkungan hidup, khususnya perbaikan ekosistem pesisir. Kehadiran sekitar 1000 pemuda-pemudi dan jajaran penyuluh lapangan pemeritah daerah.

Baca Juga  PRD Sampaikan Resolusi Papua Kepada Presiden

Terkhusus di Kabupaten Takalar Menurut kordinator Lapangan Muhammad Nasrum Berkomentar “Alhamdulillah Penanaman Mangrove di Dusun Puntondo Desa Laikang kecamatan Mangarabombang kabupaten Takalar Berjalan dengan lancar dan di sambut dengan antusias dari yang mewakili perseorangan dan lembaga-lembaga yang berjumlah 100 lebih Volunteer yang Berjumlah 22 Lembaga yang Terlibat dalam penanaman mangrove ini, harapan kedepannya bagaimana kita serukan kepada seluruh lapisan masyarakat Baik anak-anak maupun pemuda agar terus melakukan Penghijauan khususnya menanam mangrove yang kita ketahui bersama memiliki banyak manfaat untuk kehidupan di laut maupun untuk kehidupan masyarakat di Daerah pesisir, Terakhir saya selalu Kordinator lapangan di kabupaten Takalar sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat Baik Volunteer yang mewakili perseorangan maupun lembaga-lembaga yang senantiasa menginginkan lingkungan lestari Hijau”.

Baca Juga  Polres Gowa Fasilitasi Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan

Harapannya ke depan, komunitas/lembaga yang terlibat pada penanaman mangrove kali ini, juga turut berkontribusi untuk melakukan monitoring mangrove yang telah ditanam, dan bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dengan baik.
Terimakasih

Idham Malik (Aquaculture Specialist-Aquaculture Program)

BAGIKAN