Beleng-beleng!! PPKM Level 4 Makassar Terkesan Dipaksakan

369
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Makassar, – PPKM Level IV mulai berlaku 26 Juli 2021

Berdasarkan data yang diperoleh, ada 37 dari 19 provinsi yang menerapkan PPKM Level IV

Akan tetapi PPKM level IV tak ada nama Kota Makassar yang masuk

Sementara Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto menerapkan PPKM level IV

“Ini kan (tanggal) 25, hari ini berakhir PPKM mikro. Kemudian Senin 26 (Juli) sampai 8 Agustus, yang harus kami terapkan,” ujar Danny di kediamannya di Jalan Amirullah Makassar, Minggu (25/7/2021).

Padahal diketahui data grafik yang tersebar di beberapa media, PPKM level IV hanya berlaku di Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Berikut Daftar Terbaru 37 Kota dari 19 Provinsi di Luar Pulau Jawa dan Bali yang Statusnya PPKM Level IV:

Baca Juga  Dinas sosial Takalar Salurkan Bantuan Sembako Pada Janda Cacat yang Hidup Sebatang Kara di Kelurahan Mannongkoki

Bengkulu : Kota Bengkulu
.
Jambi: Kota Jambi

Kalimantan Barat: Kota Pontianak

Kalimantan Selatan: Kota Bnajar Baru

Kota Banjarmasin.

Kalimantan Timur: Berau, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kota Samarinda, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Panajam Paser Utara.

Kalimantan Utara: Bulungan

Kepulauan Bangka Belitung : Bangka Barat, Belitung, Belitung Timur.

Lampung: Kota Bnadar Lampung

Maluku Utara: Halmahera Barat

Nusa Tengara Timur: Sikka, Sumbawa Timur.

Papua: Kota Jayapura, Mimika

Papua Barat : Kota Sosong

Riau: Kota Pekanbaru

Sulawesi Selatan: Tana Toraja

Sulawesi Tengah : Palu, Marowali Utara

Sulawesi Utara: Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Utara

Sumatera Barat: Kota Padang

Sumetara Selatan: Kota Lubuklinggau, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Musi Rawas

Sumatera Utara: Kota Medan.

Pemerintah mengganti istilah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi PPKM Level 4.

Baca Juga  Partisipasi MTsN 1 Sinjai dalam Rangka Hari Jadi Sinjai Ke 456

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, perubahan itu disesuaikan dengan berubahnya kebijakan terkait pembatasan selama pandemi Covid-19.

“Perubahan istilah tersebut adalah bentuk yang tidak dapat terelakkan dalam perubahan kebijakan sehingga menghindari kesalahpahaman yang ada dari bentuk kebijakan sebelumnya,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

Wiku mengatakan, PPKM Level 4 diterapkan di kabupaten/kota di Jawa-Bali yang mencatatkan nilai asesmen level 4 dan level 3. Level 4 artinya, setiap provinsi mencatatkan kasus Covid-19 lebih dari 150 per 100.000 penduduk per minggu

Kemudian, perawatan pasien di rumah sakit lebih dari 30 per 100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian lebih dari 5 per 100.000 penduduk per minggu.

Sementara level 3 berarti daerah yang mencatatkan kasus virus corona 50-150 per 100.000 penduduk per minggu.

Baca Juga  Sinergitas TNI-POLRI Dalam Pengawasan Pendistribusian BST

PPKM Darurat atau level IV akan membatasi kegiatan dan aktivitas masyarakat dengan lebih ketat.

Sementara pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH); Kegiatan Belajar Mengajar dilakukan daring 100 persen

Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan buka hingga pukul 20.00 maks. dan kapasitas maks. 50% Apotik/toko obat bisa buka penuh 24 jam

Penutupan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan; tempat ibadah; fasilitas umum; sarana kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan

Restoran/Warung Makan hanya delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat Transportasi umum kapasitas maks 70% dengan prokes ketat.

BAGIKAN