Mengaku Sebagai Wabup Takalar, Pelaku Berhasil Tipu Pengurus Mesjid Belasan Juta Rupiah

409

SULSELBERITA.COM. Takalar –  Warga Kabupaten Takalar belakangan ini di hebohkan dengan munculnya akun WA yang mengaku sebaga Wakil Bupati Takalar H.Ahmad Dg Se’re, dimana oknum tersebut telah menjalankan aksi penipuan terhadap pengurus mesjid yang ada dikabupaten Takalar.

Korbannya  adalah salah satu pengurus mesjid  ditakalar Inisial AM, yang mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.13.000.000 (Tiga Belas Juta Rupiah).

Modus yang dilakukan oleh pelaku menurut keterangan korban dalam surat laporannya ke pihak kepolisian menjelaskan.

“Bahwa pada hari jumat tanggal 14 mei 2021 sekitar pukul 12.23 Wita, saya di hubungi melalui aplikasi WA dengan mengatas namakan wakil Bupati Takalar H.Ahmad Dg Se’re, dengan mengatakan akan memberikan sumbangan yang bersumber dari Pemda Takalar untuk kami”.

“Setelah itu saya lalu dihubungi orang yang mengaku sebagai sekertaris beliau, dan meminta nomor rekening saya, lalu mengirimkan saya bukti resi pengiriman sebesar Rp.21.000.000, lalu sy mengomfirmasi kepada pelaku yang mengaku wabup Takalar, dan mengirimkan resi tersebut, lalu pelaku mengatakan bahwa sekertarisnya salah, seharusnya hanya mengirimkan mesjid saya sebesar Rp 16.000.000, dan mengatakan sisa uang yang Rp.5.000.000 dikirinkan kembali ke rekening panti asuhan BRI 632801019452432 atas nama octavia, lalu saya mengirimkan uang sebesar Rp. 5.000.000 melalui rekening pribadi saya”.

Baca Juga  Ditlantas Polda Sul-Sel Luncurkan Program Keselamatan 2020

“Berselang beberapa menit kemudian, pelaku kembali mengirimkan resi sebesar Rp. 8.000.000 dan mengatakan uang tersebut adalah sumbangan dari rekannya HM Suhaili Fadil, dan meminta kepada saya untuk fibagi dua untuk panti asuhan yang tadi, saya pun kembali mentransferkan lagi sebesar Rp. 4.000.000 ke rekening sebelumnya melalui BRI Link di Desa Lantang menggunakan uang sumbangan mesjid”.

“Namun beberapa jam kemudian sekitar pukul 19.30 Eita, pelaku jembali mengirimkan resi sebesar Rp. 9.000.000, dan mengatakan bahwa uang tersebut adalah sumbangan pribadi dari istri pelaku, kemudian pelaku kembali meminta kepada saya untuk mengirimkan uang sebesar Rp. 4.000.000 kerekening panti asuhan yang sebelumnya, sayapun melakukan setor tunai melalui rekening pribadi saya”.

“Keesokan harinya  sabtu, 15 Mei 2021 sekirar pukul 11.30 Wita, pelaku kembali mengirimkan resi pengiriman uang lagi sebessr Rp.10.000.000, dan mengatakan kepada saya, untuk uang tersebut dibagi dua  kepanti asuhan kemarin, saya pun mulai curiga, dan sadar kalau saya sedang ditipu, saya pun mencari no kontak wakil bupati takalar, lalu mencocokkan dengan nomor pelaku, dan ternyata tidak sama, sayapun langsung mengkonfirmasi ke Wakil Bupati perihal tersebut, dan ternyata beliau mengatakan bahwa saya tidak pernah memberikan sumbangan tersebut”.

Baca Juga  Antisipasi Bencana Alam, Tripika Kecamatan Pallangga Himbau Masyarakat untuk Menjaga Alam

‘Akibat kejadian tersebut, pihak mesjid  dan saya mengalami kerugian sebesar Rp. 13.000.000, atas kejadian tersebut, ayapun melaporkan kasus ini kepada pihak polres Takalar untuk dilakukan penyelidikan dugaan tindak pidana penipuan online ini”.

Sementara itu, Wabup Takalar yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon hari ini, membenarkan hal tersebut, bahwa memang telah terjadi tindak pidana penipuan yang mengatas namakan dirinya.

“Memang benar itu dinda, saya sudah mendapat laporan dari berbagai pengurus mesjid di Takalar, kayakbya bukan hanya saya saja yang menjadi korban, beberapa wakil bupati di jawa juga mengalaminya, kasus ini sudah dilaporkan secara resmi ke polisi”. Jelas H.De’de sapaan akrab wakil bupati Takalar ini. Sabtu, (22/5/2021).

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Takalar agar berhati hati jika ada yang seperti itu, dan menghimbau agar warga melapor ke pihak penegak hukum jika mengalami atau mebemukan modus penipuan seperti itu yang mengstas namakan diri saya sebagai wabup Takalar”. Tutupnya.

Baca Juga  Gerindra-PKS-Koramil Galesong, Bentuk Koalisi Rakyat Nobar film Sejarah G-30S/PKI
Advertisement
BAGIKAN