Tuding Penanganan Kasus Lambang, AMAK Makassar Adukan Kacab Lappariaja Bone ke Kejagung

19

SULSELBERITA.COM.Bone – Kabid Humas AMAK (Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi) Makassar, Muh. Rusli saat dihubungi Via WhatsApp yang masih berada di Jakarta mengatakan bahwa AMAK Makassar tetap komitmen dalam mengawal kasus korupsi di sulawesi selatan buktinya beberapa agenda terkait kasus korupsi di Sulawesi Selatan kami masih tetap konsisten mengawal walau harus ke Jakarta Bersama teman-teman untuk pelaporan ke Kejagung terkait lambangnya penanganan kejaksaan Lappariaja Bone terkait kasus korupsi Dana Desa kepala Desa Tondong Kab.Bone Prov. Sulawesi Selatan.

Rusli sapaan akrabnya mengatakan Kades Tondong akan kembali diperikasa , ini diungkapkan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Lappariaja Kab.Bone yang dihubungi Via WhatsApp (22 Maret 2021) mengatakan kasus Desa Tondong tetap lanjut setelah terbit Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada tanggal 4 januari Ia Masih tahap pemberkasan Kendala Kemarin, Saksi yang dipanggil tidak datang. Dalam kasus yang merugikan Negara senilai Rp.330.660.613,60 ini, Kades Tondong diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Baca Juga  Kemenag Sinjai Dapat Kunjungan Dari BAZNAS, Ini Tujuannya !

Berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara dari Tim Audit Inspektorat Daerah Pemkab Bone, diperoleh total kerugian negara senilai Rp330 juta. Komitmen kami Sesuai dengan arahan dari Jaksa Agung untuk terus bergerak dan berkarya, maka Kami akan memberdayakan seluruh kemampuan, sarana dan prasarana yang Kami miliki dalam upaya penegakan hukum, dan tentu saja Kami akan bersikap profesional untuk mewujudkan penegakan hukum berkeadilan yang mampu memberikan kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa dan negara,”

Advertisement

Terakhir Rusli mengatakan bahwa jangan pertanyakan soal komitmen kami terkait kasus korupsi karena kami akan tetap berkomitmen mengawal terkait kasus Korupsi khususnya di Sulawesi Selatan, dan saya juga mau mengklarifikasi sempat beredarnya rekaman suara yang mencermarkan nama baik ketua kami secara pribadi maupun secara kelembagaan dengan beredarnya rekaman suara dari salah satu oknum bu’ desa di Bone, terkait itu kami akan secepatnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik itu tutupnya.

Baca Juga  Kapolres Gowa Hadiri Upacara Penutupan TMMD KE 103 di Lapangan Malakaji
Advertisement
BAGIKAN