GMNI Makassar Mengutuk Keras Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar dan Menyerukan Semua Elemen Masyarakat Melawan Aksi Terorisme

26

SULSELBERITA.COM. Makassar- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Makassar menegaskan tindakan bom bunuh diri dan segala aksi Terorisme adalah tindakan terkutuk dan tidak dapat dibenarkan apapun alasannya.

“Bom bunuh diri tadi pagi di Gereja Katedral Makassar adalah tindakan terkutuk dan tidak dapat dimaafkan. Hal ini menunjukkan adanya gerakan radikalisme yang berusaha mengganggu stabilitas dan kehidupan multikultural kita di Kota Makassar” tegas Hasril Ketua DPC GMNI Makassar.

Dia menambahkan semua elemen harus bergotong-royong melawan segala aksi terorisme, salah satunya dengan tidak menyebarkan foto dan video kekejaman bom bunuh diri tersebut.

Advertisement

“Menyebarkan ketakutan dan traumatis kepada masyarakat, serta mengganggu stabilitas Negara adalah salah satu tujuan mereka (pelaku teror), sehingga kita harus menahan diri untuk menyebarkan foto dan video kejadian”. Imbuhnya

Baca Juga  Kodim 0735/Surakarta Berikan Bantuan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid -19, Ini Tujuannya

Dia mewakili GMNI Makassar mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga besar Gereja Kadedral Makassar apalagi ditengah umat katolik memasuki pekan suci misa perayaan minggu palma untuk menyambut paskah. GMNI Makassar juga mendukung penuh pihak Kepolisian dalam menuntaskan kasus ini.

Sebelumnya terjadi ledakan bom yang diduga bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan sekitar pukul 10.35 WITA.

Bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar ini terjadi di Jalan Kajaolalido Makassar. Ada sebanyak 9 warga terdiri dari 5 petugas gereja dan 4 jemaah gereja sedang menjalani perawatan.

Advertisement
BAGIKAN