Geram dengan Ulah Kadis Kominfo, PPWI Sultra Geruduk Tiga Kantor Instansi Pemerintah

67

SULSEBERITA.COM.Kendari, Sulawesi Tenggara – Aksi Massa yang tergabung dalam Persatuan Perwarta Warga Indonesi ( DPD PPWI Sultra) Menggeruduk tiga kantor Instansi Pemerintah sulawesi Tenggara, karena geram dengan ulah kadis Komunikasi dan Informatika Sultra, atas tindakanya yang melabeli stempel/cap HOAX. pada pemberitaan salah satu media online yang tergabung dalam PPWI Sulawesi Tenggara.

Geram dengan ulah kadis diskominfo yang terkesan melecehkan karya ( Jurnalis ) pada judul berita ” Viral || Tugu Religi Eks MTQ Icon Sultra Diduga Kurang Perawatan, Pelatarannya Bagaikan Hutan di Tengah Kota,” PPWI sulawesi tenggara menggeruduk kantor Dinas Kominfo, dan DPRD serta Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara,( senin 15/02/21) dan meminta Kadis Diskominfo ( Ridwan Badallah) meminta maaf serta turun dari jabatanya karena di anggap tidak layak pada posisi tersebut, Ucap Jefri Rembasa ST. dalam Orasinya selaku koorlap Aksi.

Jefri, mestinya Kadis kominfo Sultra ( Ridwan Badallah) bisa menjadi penengah pihak yang diberitakan dengan pihak yang telah memberitakan karena hubungan diskominfo dengan media sebagai pemberi Informasi ini sangat erat dan saling berhubungan, bukan malah menjadi pahlawan kesiangan dan menambah masalah baru yang berakibat pada dugaan ” Pelecehan Karya Tulis Jurnalis”.

Baca Juga  Bupati Takalar Kembali Mutasi Pejabat Eselon II dan III Di Berbagai OPD
Advertisement

Selain itu juga Jefri, mengungkapkan bahwa Kadis kominfo sultra mestinya memberikan edukasi yang baik kepada teman teman Jurnalis bukan malah menjadi lawan Jurnalis.tentu hal tersebut patut kita pertanyakan juga.

Karena prilaku kadis kominfo sultra ini telah mencederai jurnalis sebagai pewarta dalam memberikan Informasi kepada publick.

Sementara itu, Ketua DPD PPWI Sultra sebut LA Songo. dalam orasinya yang berapi api sehingga membuat suasana semakin membakar semangat Massa Aksi, “Tidak wajar Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah melabeli atau memberikan cap Hoaks pada karya tulis jurnalis. Apalagi, media tersebut berdasarkan fakta dan hasil investigasi yang disertakan dengan gambar pada media tersebut,”

“Ini sangat disayangkan dan sangat mencederai media online dan merugikan insan pers tersebut sebagai salah satu sosial control atau pilar demokrasi dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan kemasyarakatan,” Ungkap LA SOngo

Masih lanjut dikatakan“Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra telah melabeli atau mencap Hoaks pada pemberitaan di salah satu media online yang berjudul, “Viral || Tugu Religi Eks MTQ Icon Sultra Diduga Kurang Perawatan, Pelatarannya Bagaikan Hutan di Tengah Kota,” Ucapnya Songo melalui Orasinya.

Baca Juga  Kemenag Sinjai Gelar One Day One Juz Selama Ramadhan

Olehnya itu, kami yang tergabung dalam organisasi pers Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sultra menyatakan sikap:

1. Meminta Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH. Agar mencopot Kepala Dinas dari Jabatannya karena tidak profesional dalam menjalankan tugas.

2. Mendesak Kepala Dinas Kominfo Prov Sultra untuk segera meminta maaf secara terbuka atas label Hoaks pada pemberitaan Media Online melalui akun resmi facebook (FB) Dinas Kominfo Sultra.

3. Meminta DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara agar memanggil Kepala Dinas Kominfo Sultra atas label Hoaks pada pemberitaan media Online.

4. Apabila poin 1 dan 2 tidak di indahkan dalam kurung waktu 3 (Tiga) kali 24 (Dua Puluh Empat) jam, maka kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar.

Sementara Kadis Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ) ” Ridwan Badallah dalam menyambut Aksi Massa terkesan terlihat kurang berertika dan berusaha bertahan pada posisi berdiri saat Aksi Massa berupaya memukul Maju 5 langkah kedepan.

Baca Juga  HUT Takalar Ke-61, Sarni Djamaluddin Gadis yang di Kenal Dopan Salurkan Bantuan Uang dan Beras

Kadis Komunikasi dan informatika(Ridwan Badallah) juga terlihat pada sorotan kamera senyum senyum saja dan terkesan tidak memberikan etika yang baik dalam menerima kedatangan tamu, “tidak mau mengakui kesalahan untuk meminta maaf dan terkesan menganggap kedatangan Aksi massa adalah hal yang biasa saja.

Tak sampai disitu, Aksi Massa PPWI sulawesi tenggara juga sempat Hearing Ke DPRD Provinsi, H. BUSTAM selaku komisi 1( satu ) dari partai Gerakan Indonesi Raya ( GERINDRA ).yang menerima dan menyambut Aksi Massapun mengungkapkan bahwa kadis kominfo ( Ridwan Badallah).memang sudah berapa kali berulah terkait dengan tindakanya itu dan sudah membuat geram halayak

Hingga berita ini tayang pihak pihak terkait dalam gerakan Aksi Massa. telah diambil dokumentasi serta penjelasan dari masing masing sehingga bila mana nanti, dalam isi berita ada yang tidak sesuai pihak media ini tetap memberikan hak jawab, sehingga Cover Both sides dalam pemberitaan tetap dikedepankan.

 

|| Perwakilan Sulawesi Tenggara

H E N D R A

Advertisement
BAGIKAN