Partai UKM Partai Baru, Dari Zero to Hero

14

SULSELBERITA.COM. Partai UKM adalah Partai Baru yang baru berdiri 28 Oktober 2020 dan di Deklarasikan 10 November 2020, serta selesai menyusun kepengurusan pusat 1 Januari 2021. Usia Partai UKM masih seumur jagung dan masih 3,5 bulan. Hari ini Partai UKM bukan menjadi ancaman, seperti kata Prof. Azyumardi Azra. Tapi lihat 1-2 tahun kedepan 500.000 – 1.000.000 anggota dan kader akan terekrut, Kepengurusan akan selesai sampai Ranting/Desa/Kelurahan dan Partai UKM akan jadi partai populer serta memiliki elektabilitas tinggi.

Kami Partai UKM bukan lahir dari konglomerat atau pemilik modal, tapi Partai UKM adalah partai modern yang memiliki basis jelas, Ideologi jelas, politik jelas dan organisasi yang jelas. Basis Partai UKM adalah pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang Pasar, serta menggarap basis kalangan Perempuan, Milenial, Disabilitas dan kalangan media.

Partai UKM ber-Ideologi Pancasila sebagai dasar bernegara, berasaskan Pancasila dan berlandaskan ekonomi kerakyatan sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 1, 2, 3 dan 4. Partai UKM memperkuat dan memperkokoh Ideologi Pancasila dalam kehidupan bernegara, beragama dan bermasyarakat.

Advertisement

Partai UKM secara Politik memiliki Visi menuju Indonesia Bahagia untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Adapun Misi besarnya ada 7, diantaranya; Keadilan Sosial, Kesejahteraan, Ekonomi Kerakyatan, Kesetaraan Ekonomi, Kemajuan Ekonomi, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum.

Secara organisasi Partai UKM adalah Partai Kader Terpimpin, Teachble dan Trust to Leader. Partai UKM adalah Partai Kader dengan sebutan Intelektual Organik dan Kader Perjuang. Partai UKM mendidik anggota-nya menjadi sosok intelektual organik yang harus peka akan realita dan problematika kehidupan di masyarakat. Kader Partai UKM harus tampil terdepan digaris massa memimpin kesadaran masyarakat untuk bisa bangkit dan dengan tangan terkepal maju ke muka.

Baca Juga  Gerakan Polri Peduli Covid-19, Kapolsek Pattallassang Pimpin Giat Bakti Sosial Pembagian Paket Sembako

Semua ini secara konsep disingkat IPO (Ideologi, Politik dan Organisasi), tentu dengan implementasi Excellent Strategic of Organization, Excellent Strategic of Management, Excellent Strategic of Politic dan Excellent Strategic of Network. Kader Partai UKM memiliki karakter kader yang Pancasilais dan memiliki moral politik yang kuat, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, beragama dan bermasyarakat.

Untuk memuwujudkan Visi Indonesia Bahagia untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bersama, Partai UKM memiliki program besar dengan nama APBN untuk Rakyat, yakni bagaimana postur tubuh APBN kita diberikan secara imbang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberdayakan ekonomi kerakyatan.

APBN untuk Rakyat salah satunya dengan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gardu Taskin) dengan bentuk inkubasi bisnis, peningkatan mutu produk ekonomi rakyat, peningkatan kualitas pelayanan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas diri pekerja dengan bentuk traning life skill, pemberian kredit murah bagi pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang, serta melakukan akselerasi ekonomi kerakyatan secara sistematik.

Partai UKM juga memiliki konsep APBN untuk Rakyat dalam bentuk 1 RW 1 Koperasi, dimana jangan sampai masyarakat Indonesia tidak ikut koperasi yang ada ditingkatan Desa/Kelurahan dan RT/RW. Negara memberikan bantuan modal agar setiap RW bisa berdaya dan bisa bangkit secara ekonomi. Kalau setiap RW maju secara ekonomi, maka otomatis kelurahan atau desanya akan maju, Kecamatannya akan maju dan Kabupaten/Kotanya juga akan maju. Menciptakan kesejahteraan ekonomi masyarakat tidak bisa dari atas (Top Down), namun harus dari bawah (Button Up).

APBN untuk Rakyat dalam bentuk Gardu Taskin dan 1 RW 1 Koperasi adalah beberapa konsep implementatif Partai UKM yang akan ditawarkan kepada masyarakat, pemerintah dan negara. Untuk itu kita sebagai Partai Kader mengorganisir anggota dan simpatisan masyakarat untuk bahu membahu memenangkan Partai UKM pada Pemilu 2024.

Baca Juga  Polda Sulsel Release Penganiayaan Orang Tua Jompo di Gowa

Partai Usaha Kecil Menengah (Partai UKM) memiliki visi ‘Mewujudkan Indonesia Bahagia untuk Meningkatkan Kesejahteraan Bersama sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945’. Partai UKM juga memiliki misi, mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan, ekonomi kerakyatan, kesetaraan ekonomi, kemajuan ekonomi, persamaan hak dan penegakan hukum.

Partai UKM menyatakan dari semua visi-misi mencakup semua kalangan. Akan tetapi ada dua hal khusus yang menjadi perhatian dan harus diperjuangkan sebagai wujud persamaan hak, yaitu memperjuangan kalangan perempuan dan kalangan disabilitas.

Kedua okupansi ini paling banyak menerima penindasan, diskriminasi dan pelanggaran hak-hak dasar kemanusiaan. Karena itu Partai UKM memiliki atensi khusus untuk memperjuangkan hak-hak orang perempuan dan hak-hak orang disabilitas.

Partai UKM mengungkapkan, perempuan kadang dianggap kelas nomer dua atau lebih rendah dari laki-laki. Praktek budaya seperti ini namanya budaya patriarki dan masih berkembang di masyarakat.

Atas dasar inilah Partai UKM akan memperjuangkan hak perempuan, agar memiliki hak dan akses yang sama dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan hukum.

Untuk itu juga, Partai UKM mengakomodasi dan memasukkan kepengurusan 50 persen perempuan di setiap tingkatan. Baik di DPP, DPW, DPD dan DPC. Bahkan dari 13 Organisasi Sayap dan Massa Partai UKM ada 7 orang Ketua Umumnya adalah perempuan.

Partai UKM memandang apabila perempuan diberikan peluang yang sama, maka tidak ada beda antara laki-laki dan perempuan. Tentu yang membedakan hanyalah masalah gender, jenis kelamin dan alat reproduksi.

Baca Juga  Perkuat Diplomasi Pertahanan, Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kerja ke Abu Dhabi

Partai UKM juga merupakan satu-satu Partai Politik yang memasukkan kalangan disabilitas sebagai basis politik dan kader politik. Budaya dan sistem yang menganggap rendah atau kelas berbeda terhadap disabilitas harus dilawan secara sistem, sosial, budaya, ekonomi, politik dan hukum.

Partai UKM memasukkan kata perempuan dan disabilitas di dalam lirik lagu Mars Partai UKM. Bahkan, memasukkan kalangan perempuan dan disabilitas di dalam Mukadimah/Platform Perjuangan Partai UKM.

Partai UKM juga memasukkan kalangan perempuan 50 persen dan kalangan disabilitas 10 persen di kepengurusan, dan kedepan akan mencalonkan kader-kader perempuan dan disabilitas atau difable menjadi Calon di Legislatif dan Eksekutif.

Tuhan menciptakan manusia tidak harus sempurna, karena setiap manusia memiliki ketidaksempurnaan. Keadaan lahir sebagai disabilitas, janganlah menjadi penghalang untuk bekerja dan berkreasi, bahkan mendapatkan hak dan kesempatan yang sama.

Dalam Garis Besar Perjuangan Partai UKM, ada Keadilan Sosial, Kesetaraan Ekonomi, Persamaan Hak dan Penegakan Hukum yang kami peruntukkan bagi perempuan dan disabilitas. Hal ini menjadi dasar Partai UKM untuk memperjuangkan kalangan perempuan dan disabilitas agar memiliki hak yang sama sebagai warga negara.

Terakhir walau Partai UKM adalah partai politik baru, jangan pernah patah arang dan minder. Sebab bagi Partai UKM yang terbiasa kadernya terlibat dalam kegiatan ekonomi dan bisnis, menjadikan kelemahan sebagai dan tantangan, dari Hero to Zero.

Maju terus pantang mundur, sebab ‘Sekali Layar Terkembang Pantang Surut Kebelakang’ (Buya Hamka) dan ‘Sekali Berarti Setelah Itu Mati’ (Khairil Anwar).

Salam Pejuang, UKM Jaya

*Syafrudin Budiman SIP, Sekretaris Jenderal DPP Partai UKM*

Advertisement
BAGIKAN