Ketua Umum PPWI: Bupati Enrekang Harus Mundur dari Jabatannya Karena Anti Kritik

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Jakarta – Penangkapan wartawan online wawan oleh pihak Polres Enrekang, karena dilaporkan Bupati Enrekang atas tulisannya di media online Updatesulsel.news, yang mengkritisi kebijakan pemerintah Kab.Enrekang dibawah Nahkoda Muslimin Bando, akhirnya menjadi issu nasional.

Berbagai kecaman dan sorotan tajam pun, kini bak tembakan peluru mitraliyur yang bertubi tubi menghantam Polres Enrekang dan Bupati Enrekang yang dinilai Anti Kritik.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Salah satu kecaman keras datang dari ketua umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke di Jakarta, yang menilai seorang bulati yang anti kritik harus mundur dari jabatannya.

“Saya sebagai ketua PPWI Nasional sangat menyayangkan perilaku Bupati Enrekang yang gegabah dalam mengambil kebijakan di daerahnya, dan menyalahkan wartawan jika dikritisi kebijakannya”. Ujar Wilson Lalengke melalui chat Aplikasi Whatshapp. Jumat, (12/2/2021).

Lanjut dikatakan, “Bupati seperti ini harus mundur segera dari jabatannya. DPRD Enrekang harus bergerak membela rakyat, yang telah susah payah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk datang ke TPS memilih mereka menjadi wakil rakyat, dari tindakan sewenang-wenang pemerintah daerah itu. Kapolres Enrekang yang jadi kacung bupati ber-iq jongkok seperti itu juga harus di-non aktifkan sesegera mungkin”. Kecam Wilson.

Pos terkait