Memalukan, SLM Oknum ASN Kemenag Takalar: Kalau Saya Tidak Mau Bayar Utangku yang 66 Juta Mauko Apa?

776

SULSELBERITA.COM. Takalar - Air susu dibalas dengan air tuba, pepatah tersebut sangat cocok disematkan pada seorang oknum ASN Kantor Kemenag Takalar inisial SLM.

Bagaimana tidak, kebaikan Pa'ja Dg Moncong seorang nenek umur 88 tahun yang membantu Oknum SLM memberikan pinjaman uang sebesar 66 juta sejak 10 tahun yang  lalu, menolak uantuk membayar utangnya, malah dibalasnya dengan kata kata kasar dan sikap arogan.

Apa yang dilakukan oleh oknum pegawai KUA Kec.Mapsu tersebut, tentunya sangat memalukan, dan terbilang sangat tidak tahu rasa terimakasih kepada korban.

Advertisement

Korban Pa'ja Dg Moncong kepada awak media ini bercerita kronologis sehingga dirinya teetipu oleh pelaku dan bersedia memberikan pinjaman uang kepadanya.

"Pelaku itu sebenarnya adalah keluarga dari menantu saya, sepuluh tahun yang lalu tepatnya tanggal 6 bulan 8  tahun 2010 yang lalu datang kerumah meminta bantuan untuk dipinjami uang, dengan berbagai alasan yang membuat saya bersedia membantunya, meskioun saya harus meminjam dari orang lain untuk saya berikan kepadanya" Ungkap Korban mulai bercerita. Selasa, (3/2/2021).

Baca Juga  Rehabilitasi gedung SDN 01 Onembute di Duga Tidak Sesuai RAB

"Tak cukup sampai disitu, yang bersangkutan malah terus datang meminta pinjaman dengan janji janji manisnya, terakhir tanggal 31/3/2017, sehingga total keseluruhan uang yang dia pinjam sebesar Rp.66 Juta". Ungkap korban sedih.

"Yang bikin saya tidak terima, karena tadi ditelpon dia malah marah marah dan membentak saya, katanya begini, Kalau saya tidak mau bayar utangku, mauko apa?, biar ko mau kepengadilan kalau saya tidak mau bayar, mauko apa". Ungkap korban lagi.

Perlu diketahui, kasus ini sudah pernah diaporkan kepihak polres Takalar sebanyak 2 kali, yakni pada tahun 2018 (No Pol STTLP /368 /XI /2018 /SPKT) dan tahun 2019, (NO POL:STTLP / 410 / X /2019 / SPKT ) namun mirisnya, korban tidak bisa mendapat keadilan, karena berdasarkan PPHP (Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) yang dikeluarkan pihak Polres Takalar (No Pol: 271 / VI / 2020 / Reskrim) menyatakan bahwa kasus yang dilaporkannya tersebut tidak bisa di tindak lanjuti ke tingkat penyidikan karena tidak ditemukan adanya tindak pidana peniouan dan penggelapan sesuai yang dilaporkan korban.

Baca Juga  Di Masa Pandemi Covid -19, Mahasiswa UIN Suska Lakukan Demo di Kantor Kejati Riau

Pelaku SLM yang dikonfirmasi oleh awak media ini melalui sambungan telepon, membenarkan kalau memang dirinya punya utang kepada  korban.

"Kalau Pajja Dg Moncong memang saya punya utang, tapi sudahmi di proses di polisi, jadi janganmi di campuri". Ujar SMM dari ujung telpon. Selasa, (3/2/2021).

Tak mau putus asa, Korban rencananya dalam waktu satu dua hari ini akan kembali melaporkan pelakuke polisi dengan laporan ingkar janji, sesuai surat pernyataan pelaku akan membayar utangnya kepada korban yang dia tandatangani diatas kertas bermatrei, namun tidak ditepati".

BERSAMBUNG.

Advertisement
BAGIKAN