RAKYAT INDONESIA PERLU TAU, SIAPA CALON KAPOLRI YANG AKAN DIPILIH JOKOWI DI ANTARA 3 NAMA JENDERAL INI

22

SULSELBERITA.COM. JAKARTA – Istana dikabarkan sudah mengantongi tiga nama calon kapolri penerus Jenderal Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021.

Kabar tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin.

Menurutnya, tiga nama calon Kapolri yang sudah dikantongi Istana adalah Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Agus Andianto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Advertisement

“Dari info yang ada di sekitar Istana yang dianggap kuat ada tiga calon Kapolri, yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar,” kata Ujang, Sabtu (28/11/2020), dikutip dari Okezone.

Ujang Komaruddin yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), menerangkan ketiga nama tersebut hanya tinggal menunggu pilihan Presiden Jokowi.

Baca Juga  Selain Kepada Masyarakat, Kasatlantas Polres Gowa Tekankan Penerapan Protokol Kesehatan pada Personilnya

“Hanya tinggal tingkat kenyamanan dan chemistry dengan Jokowi saja. Ketiganya memenuhi syarat dan ketiganya memiliki kedekatan dengan Jokowi,” ungkapnya.

Baca juga: Kemenag Siapkan Tiga Skenario Ibadah Haji 2021
Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti membeberkan, sejumlah persoalan yang harus dibenahi Polri. Ray mengatakan, ada dua hal yang harus dibenahi, pertama adalah persoalan reformasi struktur.

“Struktur itu berkaitan dengan jabatan-jataban yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan penegakan hukum dan ketertiban masyarakat,” kata Ray Rangkuti.

Kedua berkaitan dengan kultur sikap profesionalisme kepolisian. Menurutnya persoalan kultur harus benar-benar menjadi perhatian kapolri baru.

Pasalnya, kemampuan polisi dalam mengayomi, penegakan hukum dan ketertiban semakin ditantang.

“Berbagai penanganan polisi, khususnya terkait dengan aksi-aksi massa yang berhubungan dengan kebijakan pejabat politik cenderung kurang profesional, begitu juga dengan penegakan hukum atas sikap kritis masyarakat,” ujar Ray.

Baca Juga  Dianggap Tidak Efektif, Kades Lembang Lohe: Sebaiknya Ke Kantor Desa Mempertanyakan Apa Yang Kurang !

Sumber: Okezone dan Telisik.
Editor : (Ansori tim intivigasi)

Advertisement
BAGIKAN