Kasihan…. Begini Kondisi Nenek Sitti di Bone Kerja Sebagai Pemulung

7

SULSELBERITA.COM. Bone – Seakan teriris hati melihat seorang nenek miskin yang tinggal seorang diri di gubuk reot miliknya di Desa Turu Adae, Kecamatan Ponre Kabupate Bone.

Diatas lahan milik keluarganya itu, gubuk nenek Sitti yang dibangun oleh almarhum suaminya (Bahri), sejak puluhan tahun silam kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.

Seperti pada bagian atap yang terbuat dari atap rumbia kondisinya sudah rusak dan bolong, Begitu juga pada dinding dari anyaman bambu dan sebagian papan sudah lapuk termakan usia.

Advertisement

Tidak ada fasilitas yang cukup memadai di gubuknya itu, melainkan hanya perabot rumah tangga yang sering dipergunakan dalam keperluan setiap harinya.

Bahkan untuk keperluan seperti memasak misalnya, nenek Sitti menggunakan susunan batu yang diletakan dikolong rumahnya, Begitu juga saat malam hari, ia hanya memanfaatkan kaleng bekas yang diisi sumbu dan minyak tanah sebagai alat penerangan.

Baca Juga  Latihan PBB, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Tingkatkan Kedisiplinan Prajuritnya

“Tidak ambilka kasian (Listrik), karena maupa dibayar dimanaka ambil begitu (uang)”, ucap nenek Sitti dengan bahasa daerah bugis…

Namun nenek Sitti pantang menyerah, meskipun keterbatasan mental yang dialaminya selama ini, seolah menjadi penyemangat hidupnya Mencari barang bekas plastik yang tidak dibakar oleh warga yang di kumpulkannya setiap hari untuk dijual.

“Saya ji yang pergi cari (rongsokan), kalau sudah hajatan orang pergika lagi ambil gelas bekasnya. Setiap hari saya jalan (sampai), dipasar (rakyat), Bakunge”

Tidak ada yang bisa diharapkan lagi, setelah suaminya meninggal dunia 5 tahun yang lalu, dan begitu juga yang di alami oleh kedua anak kandungnya sejak masih kecil.

“Lebih mi satu bulan saya tinggalkan Pammase (Desa Selli, Kecamatan Bengo), baru pa tinggal disini lagi belum cukup satu bulan” ujar nenek Sitti.

Baca Juga  PERSONIL POLSEK TELLULIMPOE BERSAMA TIM GABUNGAN PENAGGULANGAN COVID-19 LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINVEKTAN, UNTUK CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Tidak jauh dari gubuknya itu, atau berjarak sekitar 10 meter terdapat sebuah makam almarhum suaminya yang setiap saat dibersihkan.

Di Makam almarhum suaminya itulah, nenek Sitti setiap saat menyampaikan keluh kesah atas penderitaannya hidup seorang diri.

Semoga lewat unggahan ini, banyak sahabat2 yg berbagi sedikit rejeki untuk membantu meringankan beban keluarga beliau..

Caranya :
1⃣ bisa langsung donasi via transfer melalui rekening Gerakan Solidaritas Insan Peduli Sesama 💳 Mandiri Dan BRI🔜 170-00-035- 8537-3 Dan 509701010618530 / A.n Mariani
.
➖➖➖
*Konfirmasi transfer ke kontak berikut*
📲 +62 821- 8958 – 5123 (Anhi)
📲 +62 853- 9739 – 0390 (Wahyu Hayad)
.
#IndahnyaBerbagi
#JumatSedekah
#SedekahpangkalKaya
#SalamPeduliSesama
#BeraniBerbuatBaik
#PeduliUmat
#janganbosanjadiorangbaik
#SolidaritasInsanPeduliSesama.
#KoprsAlumniBarunaJaya
#Bekerjanyata
#SOLIDARITAS TANPA BATAS
#relawan_sosial_peduli_kemanusiaan
#SalamPeduli

Baca Juga  Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan Ops Lilin 2019
Advertisement
BAGIKAN