Lebih Dari Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Peraga Imtaq Gowa Belum Menemui Titik Terang, Ketua LSP3M Sulsel: Kami Akan Terus Pertanyakan

154

SULSELBERITA.COM. Gowa, -- Setelah berjalan lebih dari setahun pasca penggeladahan sejumlah ruangan di kantor Bupati Gowa terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Iman dan Taqwa oleh Polda Sulsel, kini kasusnya kembali mencuat ke permukaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan akhirnya mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan ( SP2HPL) yang ditujukan kepada ketua Umum LSP3M GEMPAR INDONESIA Sul Sel Amiruddin.SH Kr Tinggi, surat tertanggal 5 Nopember 2020 tersebut, ditanda tangani oleh Komisaris Besar Polisi WIDONI FEDRI.S.IK.SH.

Menurut Amiruddin, adanya surat SP2HPL itu karena kasus yang marak diperbincangkan masyarakat itu di pertanyakan oleh Ketua Umum LSP3M GEMPAR INDONESIA Sul Sel melalui surat yang ditujukan ke Kapolri, KPK dan Kejagung Republik Indonesia, terkait adanya dugaan korupsi/Mark Up anggaran yang dianggap mandet di bagian penyidikan Polda Sulsel, sementara kasus ini dilakukan penggerebekan oleh pihak Polda dari sejumlah kantor satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada hari selasa tanggal 14 Mei 2019 sekitar pukul 14.00 Wita, lokasi penggeledahan dilakukan oleh anggota polda termasuk rumah jabatan Bupati Gowa.

Baca Juga  Personil Polsek Galut Gagalkan Tawuran Antar Siswa SMAN IV Takalar

Dokumentasi Aparat Kepolisian dari Polda Sulsel Memasuki salah satu Ruangan di Kantor Pemerintahan Gowa, Mei 2019 lalu

Dalam penggeledahan tersebut, diketahui pihak kepolisian mengamankan sejumlah dokumen penting terkait kegiatan pengadaan alat peraga Iman dan taqwa, termasuk rumah kontraktor yang dikenal keluarga dekat Bupati Gowa.
Pengadaan alat peraga iman dan taqwa ini dianggarkan tahun anggaran 2018, dengan besar anggaran tersebut sebesar Rp.5.609.681.992.00, sementara pengadaan alat peraga iman dan takwa tersebut diketahu hanya sebesar Rp.1,5 Milyar, sehingga diperkirakan kerugian keuangan Negara yang diakibatkannya sebesar Rp 4,1 Milyar rupiah, papar Karaeng Tinggi.

Amiruddin SH, Karaeng Tinggi yang dikenal vokal dan kritisi dalam hal Pemberantasan Korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan ini mengungkapkan, Penanganan kasus ini tergolong lambang karena dilakukan penggeledahan tanggal 14 Mei 2019, sementara sekarang sudah tanggal 16 Nopember 2020.

Baca Juga  Polres Gowa Bekuk Dua Wanita Karna Curi Handphone

SP2HPL yang Diterima Ketua Umum LSP3M GEMPAR Sulsel

Ditambahkan olehnya, kasus ini sudah setahun lebih berjalan di tempat, olehnya itu kami selaku kontrol sosial merasa wajib melaporkan dan mempertanyakan sampai dimana penanganan Kasus korupsi pengadaan alat peraga iman dan takwa tersebut, dan sekarang pihak penyidik Polda sudah mengeluarkan SP2HPL.

Ketua umum LSP3M GEMPAR Sulsel itu berharap agar Polisi lebih hati hati selaku Penegak hukum dalam penanganan kasus pemberantasan korupsi, karena terkesan Kasus korupsi di Kabupaten Gowa yang ditangani oleh penegakan hukum Polda Sulsel terkesan di manjakan, dan apabila dalam tahun ini tidak ada tindakan nyata terhadap terduga pelaku, maka kami selaku Ketua Umum LSP3M GEMPAR INDONESIA Sul Sel akan mengadukan lagi ketingkat lebih tinggi, tegas Amiruddin.

Sekedar diketahui, Dit Reskrimsus Polda Sulsel diketahui telah mengantongi identitas tersangka dalam kasus pengadaan alat peraga imtaq tersebut pada November 2019 lalu, namun hingga sekarang belum diketahui siapa siap saja terduga tersangka tersebut.

Baca Juga  Penyidik Seksi Pidana Khusus Kejari Selayar Cekok DPO Kasus Tipikor di Kota Cilegon Banten
Advertisement
BAGIKAN