Tragedi Pembunuhan di Pasar Sudu 1998 Diduga Karena Persaingan Bisnis, Siapakah Aktor Dibelakangnya?

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar – Kasus pembunuhan pengusaha cengkeh di sekitar pasar Sudu, kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang pada tahun 1998 lalu diduga menyeret nama, Abdul Rahman Bando.

Pembunuh tersebut diduga terjadi karena persaingan usaha sesama pedagang cengkeh. Korban juga merupakan salah satu pedangan cengkeh yang bisa dikatakan sukses di kabupaten Enrekang.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Hasil penelusuran sulselberita pembunuhan terhadap korban terjadi tepat di depan gudang cengkeh milik, Abdul Rahman Bando. Pembunuh tersebut juga diduga cengkeh milik, Rahman Bando dicuri, tetapi bukan korban pelakunya.

Awalnya korban saat itu berada di dalam gudang milik, Abdul Rahman Bando. Selanjutnya diarak keluar oleh massa yang mana anggota, Rahman Bando keluar dari dalam gudang dan dibunuh tepatnya di depan gudang tersebut.

“Banyak masyarakat yang mennyesal dengan adanya kejadian yang melibatkan masyarakat banyak, sebab harus mendekam di tahanan selama setahun kurungan akibat pembunuhan. Masyarakat bahkan mengakui jika korban yang terbunuh itu bukannya karna mencuri tapi bisa jadi karna ini hanya persoalan persaingan bisnis saat itu. Masa korban pencuri yang saat itu bersamaan berada di langsung pemilik gedung di tempat itu,” ungkap salah seorang keluarga dekat korban, berinisial YS, Jumat  (30/10/2020).

Dari kasus pembunuhan tersebut, para pelaku hanya mendapat vonis dari pengadilan selama setahun kurungan penjara. Bahkan, mobil peribadi korban saat kejadian tersebut dibakar massa yang diduga karyawan di gudang milik, Abdul Rahman Bando. (*)

Pos terkait