Mafia Minyak di SPBU Simalinyang KM,30 Kampar Kiri Diduga Aniaya Wartawan

2610

SULSELBERITA.COM. Kampar - Malam Jumat sekitar pukul 12:00 terlah terjadinya pengeroyokan terhadap wartawan yang di lakukan oleh, pihak dari mafia penimbunan minyak BBM bersubsidi jenis premium SPBU.14-284-610-7 simaliyang km,30, Kamis 30 Oktober 2020, terjadi,pengeroyokan terhadap wartawan yang di lakukan oleh, para mafia minyak/penumbunaan minyak BBM bersubsidi jenis premium keroyok wartawan online sampai mengakibatkan luka memar dan dan gores membiru di bagian tangan kiri dan kanan.

Awal nya seorang wartawan tidak sengaja mau isi minyak mobil nya , lalu nunggu antrian panjang lama-lama ,namu setelah tau pihak SPBU ada wartawan , operator nya bilang kalo minyak habis padahal hanya di duga politik, dari pihak SPBU nya saja, agar si wartawan tersebut langsung cabut namu saya nya, ketika wartawan hendak menanyakan, kenapa kok sampai habis, namun kalah nasip naas yang di alami oleh wartawan tersebut para mafia penimbunan minyak BBM bersubsidi jenis premium tersebut malah tiba-tiba saja datang ramai langsung membabi-buta keroyok wartawan." Hal tersebut terjadi karena ada dari pihak SPBU menyuruh untuk melakukan pemukulan terhadap wartawan.

Baca Juga  Tim Bain Ham Ri WAJO Dampingi Warga Laporkan Oknum Aparat Desa Limporilau

Para pelansir dan penimbunan minyak yang menggunakan sepeda motor tander begitu sangat ramai lebih kurang ada seratus unit sepeda motor tander dan beberapa mobil Avanza warna silver dan warna hitam serta mobil pick up warna hitam yang sudah di modifikasi dengan cara menggunakan derijen dan baby Tanki di dalam mobil tersebut yang sudah berulang kali melakukan pengisian dengan cara berulang-ulang .

Terkait dengan ada nya , argumen antara wartawan dengan operator yang di tanya nama nya tidak mau menyebutkan ,haya bilang tidak tau, - tidak tau ujar nya."Dengan awak media tersebut . Sambil dia, membuk kak," dan mengotakatik meteran pompa SPBU tersebut,dengan cara mengubah dan menggeser nomor loading yang ada di pompa meteran / takaran SPBU berjenis premium tersebut

Lalu setelah itu ketika wartawan hendak mengambil Poto nya, tiba-tiba saja datang ramai para mafia minyak langsung membabi-buta keroyok wartawan, ketika di konfirmasi melalui manager SPBU bernama Alirahman Nasution melui via ponsel nya no.081276033XX tidak mau di angkat hp nya.di kirim pesan singkat pun lewat wa nya tidak di balas padahal sudah di baca nya.

Baca Juga  Cegah Main Hakim Sendiri, Personil Polsek Galut Amankan Pelaku Terduga Pelaku Pencuri Ayam di Desa Tamasaju

"pada saat operator mengubah meteran Takara pengisian peremium tersebut datang lah puluhan motor tander langsung membentak, wartawan tersebut dengan nada keras dan marah sambil bermaksud untuk merampas HP Android milik wartawan inisial AS, untuk di hancurkan dan di hapus Poto nya dan tidak hanya itu seorang perempuan ada pelangsir minyak BBM tersebut mengatakan bahwa kau tak kan selamat dari sini sampai pagi ucap perempuan tersebut." Sambil menghadang mobil dan memukuli mobil wartawan tersebut.

Dan tidak hanya itu bahkan mengeluarkan bahasa tidak sedap seperti mengatakan wartawan anjing taik dan lain - lain begitu sangat jelas dan di dengar oleh pihak keamanan bambinkatimas setempat apa yang di lontarkan oleh perempuan tersebut." dengan mengatakan wartawan tail anjing kau ucap nya tersebut ."lalu mafia mencek leher baju wartawan dan mencakar kedua tangan wartawan tersebut." sehingga mengakibatkan luka robek dan memar membiru di bagian tangan kiri dan kanan wartawan tersebut As.

Baca Juga  Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Keadilan Agraria, Geruduk Kantor Gubernur Sulsel

Kami mengutuk keras pengeroyokan terhadap wartawan yang di lakukan oleh pihak SPBU.14-284-610-7 dengan cara menyuruh puluhan oknum mafia minyak melakukan pengeroyokan terhadap wartawan tersebut , maka kami meminta agar bapak Kapolsek Kampar kiri , ketikan di konfirmasi, AKP Handono ketika di konfirmasi melalui via ponsel beliau, mempersilahkan korban agar membuat laporan resmi ke Polsek Kampar kiri hilir, dan kami juga berharap kepada bapak, Kapolres Kampar AKBP M.Kholid Kapolres Kampar agar segera memantau terhadap kasus pemukulan terhadap wartawan dan tangkap pelaku nya, ucap As.

Maka dari itu kami berharap dari pihak SPBU harus mempertanggung jawabkan terhadap pemasalah ini, karena kalo pihak SPBU tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan yang sudah di tetapkan oleh Pertamina dan surat edaran gubernur Riau , tidak mungkin akan terjadi kekerasan dengan melakukan pengeroyokan terhadap wartawan ini.unjar As , karena pihak SPBU yang menyuruh puluhan mafia minyak untuk melakukan kekerasan terhadap wartawan tersebut.

(Tim investigasi)

Advertisement
BAGIKAN