SULSELBERITA.COM. Takalar – Pada Puncak Peringatan hari ulang tahun Sulawesi Selatan ke 351 yang dilaksanakan diruang Paripurna DPRD provinsi Sulawesi Selatan diumumkan kab. Takalar mendapatkan prestasi terbaik dalam rangka penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan, dimana dari hasil penilaian Evaluasi Kinerja Kabupaten Lokus Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi tingkat Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 yang d berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan No. 2342/X/Tahun 2020 tgl 16 Oktober 2020, berhasil meraih juara I setelah bersaing dengan 11 Kabupaten lainnya yang masuk nominasi.
Penilaian Evaluasi kinerja konvergensi stunting berlangsung selama 4 hari, mulai 6-9 Oktober 2020 di Hotel Four Point, Sheraton, Makassar. Kegiatan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema Konvergensi Penanganan Stunting Sulawesi Selatan, tujuannya adalah untuk mengevaluasi sejauhmana kinerja Pemda lokus stunting menurunkan angka stunting di daerahnya masing-masing.
Kegiatan penilaian dan pameran ini diikuti oleh 11 kabupaten yg menjadi lokus penanganan Stunting, yakni Kabupaten Enrekang, Kab. Bone, Kab. Gowa, Kab. Takalar, Kab. Je’neponto, Kab. Sinjai, Kab. Selayar, Kab. Pangkep, Kab. Pinrang, Kab.Tator dan Kab. Toraja Utara.
Kab. Takalar mendapatkan prestasi ini tidak mudah bermula dari arahan pak bupati yg dr dulu menyarankan untuk kerjasama lintas sektor dan terintegrasi dgn semua elemen. hal ini dibuktikan adanya intervensi dr berbagai sektor OPD yg dikoordinir oleh Bappelitbangda juga dr kerjasama dgn elemen aparatur keamanan plus komunitas2 yg ada di masyarakat seperti forum KKS, FORKOM kecamatan dan TP PKK yang sudah terintegrasi.
Dalam pemaparannya Ibu kadis Kesehatan pada salah satu sesi penilaian kinerja konvergensi stunting yang diselenggarakan dihotel four point pada 4-6 Oktober kemarin dihadapan panelis dari berbagai stakeholder serta kab/kota se-Sulsel disampaikan bahwa takalar sukses menurunkan angka Stunting dari zona hitam ke zona hijau dengan adanya aksi 1-aksi 4 dalam konvergensi stunting,selain itu ibu kadis kesehatan sebagai juru bicara Kab.Takalar juga menyampaikan beberapa inovasi kab.Takalar dalam penurunan angka stunting masing-masing, diantaranya Pendekar toGammara dgn minuman herbal anti stunting nya, inovasi wisata (wisuda imunisasi balita) dari Puskesmas Polut, inovasi bersatu Hatita Puskesmas Galesong, kelas tetta siaga Puskesmas Pattallassang, Duta Stunting TP PKK Takalar, dan Buah Sabar Puskesmas Bulukunyi.
dan dalam akhir pemaparannya ibu kadis menyampaikan bahwa omitmen serta mekanisme kolaborasi menjadi kata kunci dari konvergensi stunting diTakalar yang sekaligus sebagai upaya mensupport visi dan misi kab.Takalar
Beberapa menu makanan sehat dan minuman herbal juga disediakan di stand pameran Kab. Takalar. Antara lain aneka kue olahan berbahan ubi, aneka buah dan kacang, minuman anti galau, minuman anti Corona, dan jus kelor. Pengunjung yg datang cukup mengisi buku tamu sudah bisa menikmati menu dan informasi yg disediakan.
Jika ingin dibawa pulang juga disediakan produk herbal buatan kader toGammara yg dijual di stand pameran. Sebagai salah satu Kabupaten yang kaya dengan karya inovasi, Kabupaten Takalar juga sering mengikuti ajang pameran dan mendapatkan kunjungan yg antusias sehingga stand nya selalu ramai. Hasilnya adalah untuk kategori stand pameran, Kabupaten Takalar meraih juara II, juara I berhasil diraih oleh Kab. Pinrang dan juara III oleh Kab. Enrekang.
Selain itu Kabupaten Takalar bersama dengan Kabupaten Bone mendapat predikat Kabupaten yg Paling Inspiratif.
Kisah inspiratif ini di inisiasi langsung oleh ketua TP PKK Kab. Takalar DR. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si dgn inovasi Duta Stunting nya.





