World Food Day, 100 Duta Stunting Takalar Menyapa Pahlawan Pangan

50

SULSELBERITA.COM. TakalarWorld food day pada setiap tanggal 16 Oktober diperingati TP PKK se kab.Takalar dengan melakukan anjang sana ke simpul-simpul berkumpulnya pahlawan pangan, diantaranya kader-kader posyandu, kader-kader kesehatan, kader-kader pendidikan, dan tenaga kerja wanita di beberapa industri di kab. Takalar. Jum’at (16/10/20).

Seluruh duta stunting bersama pengurus PKk di masing-masing desa dan kelurahan secara massif memberikan alternatif makanan tambahan yang sehat untuk balita dan ibu menyusui berupa bubur kacang ijo, telur rebus, bubur ayam kelor.

Selain itu mereka juga mengunjungi masyarakat dhuafa dan yang memiliki penyakit kronis tuk diberikan sembako. Duta stunting dan pengurus PKk juga menyapa para tenaga kerja wanita di industri pengolahan telur ikan terbang, pengolahan rumput laut dan pada tambak-tambak garam. Ketua TP PKK kab.Takalar,

Baca Juga  Bupati Takalar Tinjau Sejumlah Puskesmas
Advertisement

Dr. Hj. Irma Andriani,S.Pi.M.Si menyatakan kebanggaannya kepada seluruh kader stunting yang juga ketua TP PKK di kecamatan, desa dan kelurahan, dan didukung boleh para pengurus dan kader-kadernya karena telah mulai menunaikan tugas sebagai duta yang membina, mendampingi dan mengadvokasi masyarakat khususnya para ibu untuk menjaga generasi pelanjutnya agar selalu sehat dan mawas diri terhadap gejala-gejala stunting termasuk membuat para ibu faham tentang pangsn sehat dan aman.

“Hari pangan dunia ini menjadi salah satu momentum buat kita untuk lebih mengenal pangan aman, sehat, bergizi, murah dan mudah didapatkan di sekitar kita.”kata Hj. Irma yang juga selaku Rektor ITP Kab. Takalar tersebut.

Lanjut dikemukakan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam penghasil pangan sehingga seharusya generasi kita tidak layak untuk stunting, meskipun ada pandemi covid 19.

Baca Juga  Petugas Gabungan Gelar Operasi Di Taman Irung Petruk.

“Halaman rumah kita (hatinya pkk) seharusnya mampu menyediakan kebutuhan pangan keluarga kita karena Indonesia negara subur. Dan karenanya, kita optimis kita bisa segera keluar dari pandemi covid 19 dengan tetap menjaga protokol kesehatan, mengkonsumi pangan yg aman dan sehat, serta terus berdoa pada Yang Maha Kuasa. InsyaaAllah.” tutupnya.

Advertisement
BAGIKAN