Wadduuhhh…Badan Kehormatan DPRD Takalar Ternyata Tak Memiliki Kode Etik

756

SULSELBERITA.COM. Takalar – Menjawab tantangan dari ketua Tim hak angket DPRD Takalar H.Nurdin,agar melapor ke Badan Kehormatan (BK), jika memang ada aturan yang dilanggar,  legislator yang tidak sepakat dengan hak angkat mengatakan bahwa mereka tidak mau terjebak distrateginya mereka.

“Harapannya kami melapor,  karena di sana ada 2 orang dari mereka yang di BK, sementara kani hanya 1 orang”. Ujar Legislator Demokrat Husniah Rahman.

Lanjut dikatakan “Bagaimn BK akan melakukan pemeriksaan, sementara BK sendiri tidak ada kode etik, Belum ada Kode Etik yang mengatur apa dan bagaimana seorang anggota DPRD dikatakan melanggar, begitu pula tatacara beracara tentang bagsimana tatacara kalau sidang istimewa, sidang interpelasi, Angket dan seterusnya”. UngkapHusnia kembali.

Advertisement

“Intinya kami bukan tida setuju hak Angket, hanya mekanisme yang harus dipatuhi sesuai aturan perundang undangan, itu saja”. Tutup Dg Tsyu Sapaan Akrab legislator partai Demokrat ini.

Baca Juga  Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Kapolsek Labakkang Bagikan Masker Gratis Kepada Warga.

Hal senada juga dikatakan oleh ketua komisi 3 H.Ahmad Dg Sija, “Yang mau memeriksa dan diperiksa harus steril, tidak boleh yang terlibat ada kepentingan didalamnya, yang kedua BK belum ada kode etik dan tata beracara”. Ujarnya, Kamis, (15/10/2020).

Lanjut diungkapkan, “Persoalan ini kami juga sudah konsultasikan ke pemprop minggu lalu di biro hukum dan pemerintahan, hasilnya harus kembali ke tatib, harus kita ketahui, persyaratan yang hadir saat interpelasi  3/4 dari seluruh anggota dewan, tapi yang hadir cuma 19 otang, yang seharusnya 23 orang, jadi kami anggap tidak qorum”. Tutup ketua Komisi 3 DPRD Kab.Takalar ini.

Advertisement
BAGIKAN