Mantan Wakapolres Takalar Sebut Kasus yang Dituduhkan Padanya adalah Settingan untuk Menjatuhkannya

853

SULSELBERITA.COM. Takalar - Mantan Wakapolres Takalar yang saat ini tengah viral atas kasus yang dituduhkan padanya, akhirnya angkat bicara. Rabu, (15/10/2020).

Kompol H.Nazaruddin yang dilaporkan ke Polda dengan tuduhan telah melakukan pelecehan seksual di ruangan nya di Mapolres Takalar beberapa waktu yang lalu, membantah keras atas tuduhan tersebut.

Nazaruddin bahkan mengatakan bahwa ini adalah settingan yang dialkukan oleh oknum tertentu yang bertujuan menjatuhkan dirinya.

Advertisement

"Jadi perlu saya luruskan, bahwa apa yang dituduhkan pada saya itu sama sekali tidak benar, malah yang terjadi sebenarnya adalah sebaliknya, saya menduga ini adalah settingan seseorang yang bertujuan menjatuhkan saya". Ungkap Nazaruddin mulai memberikan klarifikasi.

"Jadi perlu saya luruskan kronologis kejadiannya, Perempuan Tersebut datang ke kantor dan menghubungi saya, dengan alasan mau mengurus SIM, lalu saya katakan saya ada di ruangan, dia pun masuk dan mulai duduk di kursi, lalu dia bertanya, berapa yang harus dibayar kalau mau urus SIM, saya pun mengatakan saya kurang tau juga, langsungmaki kenelakang tanyakan, tapi dia bilang nantipi karena baru mau tanya tanya dulu". Urai Nazaruddin menjelaskan awal kronologi kejadian.

Baca Juga  Diduga Gelapkan Dana Nasabah, Kepala Unit Bank BRI Malakajli Dibekuk Polres Gowa

Lanjut dijelaskan, "Tak lama kemudian, si perempuan ini berkata, Pernahki di Batua Tugas di, jadi saya bilang iya 3 tahunka di sana, lalu dia bilang "Pasti banyak pacarta di sana toh, ka gammaraki", dia mulai pembicaraan yang spesifik, dan mulai menggoda saya".

"Dia kemudian berdiri dari tempat duduknya dan mendekati saya, lalu mencoba meraba bagian privasi saya, tapi saya menepis tangannya, dalam hati saya berkata, kok orang ini agresif begini, saya pun bilang lagi, ke belakangmaki urus SIM ta, tapi dia bilang lagi nantipi deh". Jelas Nazaruddin lebih jauh

"Perempuan itu kembali bilang, bisaki nanti ketemu di Makassar, nanti saya hubungiki kalau adaka di Makassar, saya pun bilang nanti lah dilihat, saya pun mulai muncul kecurigaan, jangan jangan saya ini sengaja mau dijebak, lalu kami kembali duduk dan cerita cerita, dan tak lama kemudian, dia pamit dan keluar dari ruangan saya". Ujarnya.

Baca Juga  Kadis Lingkungan Hidup Takalar, Ancam Cabut Isin Lingkungan Tambang Bontorita

"Kenapa saya bilang ini settingan, karena pertama, perempuan ini tiba tiba muncul di kantor saya, lalu bersikap agresif terhadap saya, kedua, kalau memang saya melakukan pelecehan, kenapa yang bersangkutan tidak berteriak-teriak saat itu., ketiga, kejadian pada hari Jumat, tetapi dilapor pada hari selasa". Tutup Nazaruddin.

Advertisement
BAGIKAN