BNN Provinsi Riau Berhasil Tangkap Sepasang Gembong Kurir Narkoba di Hotel Swiss Berlin Pekanbaru

20

SULSELBERITA.COM. Pekanbaru - Sabtu 26/09/2020 sekira pukul 13:55.wib, Dengan membawa Barang Bukti sejenis sabu-sabu dan ekstasi yang berhasil di sita dari tangan kedua tubuh pelaku berhasil di amankan 1 kilogram sabu-sabi dan 484 butir ekstasi.

Kedua Pelaku ditangkap saat akan cek'out dari salah'satu kamar Hotel, Swiss dan akan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim (II) Pekanbaru.

Tegas Kennedy badan narkotika Nasional (BNN Riau), Brigjen Pol Kennedy, Selasa (29/09/2020) siang tadi saat press release.

Advertisement

Kedua pelaku yang berbeda jenis klamin tersebut salah satunya., adalah Eko (28) tahun berdasarkan dari indentitas diri pelaku berasal dari kota sidodamai Kec. Samarinda Ilir kota Kalimantan, provinsi Kalimantan timur. dan Ines (24) tahun, berasal dari indentitas diri nya adalah warga Bojong Menteng,kec. Rawalumbu kota Bekasi provinsi Jawa barat."kedua pelaku, "merupakan sindikat pengedar jaringan narkoba Internasional.yang kerap datang ke Kota Pekanbaru hanya untuk mengambil sabu dan pil ekstasi untuk di jual kembali'.

Baca Juga  Pekerjaan PAMSIMAS di Desa Pattopakang Diduga Tidak Sesuai Bestek

“Pelaku ditangkap di Hotel Swiss Belinn Jalan. Sukarno Hatta Komplek SKA Mall Kel. Delima Kec.Tampan Kota Pekanbaru. , saat akan cek'out." dari salah satu kamar hotel Swiss di sergap langsung oleh tim khusus badan narkotika Nasional (BNN)

" Mereka ini ada jaringan internasional , yang sudah sejak lama melakukan aksinya di wilayah hukum Polda Riau (BNN) ke Pekanbaru." hanya untuk membeli narkoba,” ungkap Brigjen pol Kennedy dari BNN Riau,saat ekspos, hari ini Selasa,29 September,2020 siang.

Menurut nya, pengiriman barang haram tersebut ke luar Pekanbaru awalnya akan dibawa terbang lewat Bandara Sultan Syarif Kasim (II). Barang tersebut, kata Kennedy di ikat di pinggang pelaku menggunakan korset atau stagen.

Saat di Bandara Sultan Syarif Kasim hendak menaiki pesawat, pelaku sengaja datang telat pada pemanggilan terakhir last'call operator. Tujuannya untuk mengelabui petugas bandara, yang sedang melakukan cek'in dan cek body, sehingga barang lolos dari pemeriksaan,"terang Kennedy.

Baca Juga  Hina Organisasi Kewartawanan di Medsos, Pemilik Akun Rizal D Ngewa Dipolisikan

Sementara upah yang didapatkan oleh kedua pelaku ini. sebesar Rp,20 juta rupiah sekali beraksi dalam satu trif pembawaan barang haram tersebut .

Menurut dari pantauan awak media hasil peres rilis di ruangan BNN Riau Selasa." Pasal yang disangkakan yakni Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Pengakuan mereka, sudah tiga kali datang ke Pekanbaru hanya untuk membeli sabu-sabu dan inek, lalu berangkat lagi, "tegas Kennedy.

Hasil pemeriksaan petugas terhadap pelaku ini, barang haram tersebut di ikat di pinggang menggunakan korset atau stagen di pinggannya. Tujuannya, untuk mengelabui petugas pemeriksaan saat keberangkatan melalui jalur maskapi penerbangan.

Jadi barang itu, di ikat dipinggang mereka, menggunakan korset atau stagen tersebut ,"agar dapat mengelabui pemeriksaan petugas penjaga cek'in dan ceking body bandara. Saat aksi itu dilakukan, akan masuk pesawat dipemanggilan terakhir operator Las'call.,Kesempatan itu, petugas tak memeriksa seksama,"terang Kennedy.

Baca Juga  Terkait Anggaran Penanggulangan Bencana, BPBD Takalar di Duga "Ngibul"

Sementara upah yang didapatkan oleh kedua pelaku ini, sebesar Rp,20 juta rupiah sekali beraksi.

Pasal yang disangkakan terhadap masing-masing kedua tersangka ini, adalah Pasal 114 ayat 2 jo 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis : Ansori

Advertisement
BAGIKAN