Hanya Terjadi dikendari Massa Aksi Randi- Yusuf Dibubarkan Helikopter Polda Sultra

284

SULSELBERITA.COM. | Kendari Sulawesi Tenggara. Sejumlah elemen lembaga Organisasi Mahasisiwa Kota Kendari Menggelar

Aksi Demonstrasi sebagai bentuk kekecewaan lambannya penanganan kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randi (21) dan Muh Yusuf Kardawi (19) gugur ditembak aparat kepolisian aksi menolak RKUHP 26 September 2019.lalu

Aksi ini digelar mahasiswa se kota kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati setahun wafatnya Randi-Yusuf, kini berlangsung di Mapolda Sultra berakhir bentrok. Massa melakukan aksi sebagai bentuk protes dan keprihatinan atas satu tahunnya tragedi tewasnya kedua rekannya belum juga tuntas.

Advertisement

Proses pengungkapan tewasnya Yusuf Kardawi yang saat ini tidak dapat dituntaskan. Membuat tanda tanya. Diketahui, sebelumnya polisi menyatakan Yusuf meninggal akibat benturan benda tumpul di kepala.

Baca Juga  Tersisa Lima Belas Persen PPDP Pastim Tuntaskan Singkronisaai Hasil Coklit

Tuntutan penuntasan kasus ini menjadi momok kepolisian dimata mahasiswa Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, sebelum tewas di pintu keluar Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sultra, terjadi berbagai rentetan tembakkan. Pada saat bersamaan Yusuf terjatuh dengan luka parah.

Berlangsungnya orasi para pengunjuk rasa, polda sultra menerjunkan tiga kali helikopter menghalau pengunjuk rasa yang berada di depan Mapolda Sultra.

Helikopter yang terbang sangat rendah, membuat angin bertiup kencang dan debu berhamburan ditengah jalannya orasi massa. Akibat hal itu, kerumunan massa berhamburan lari ke arah kantor BPS Sultra.

Tak terima ulah tindakan Polda Sultra mengusir demonstrasi dengan helikopter, massa aksi membalas dengan lemparan batu dan kayu ke arah helikopter terbang rendah itu.

Baca Juga  MAHASISWA MAKASSAR KECAM KEHADIRAN WALHI-SULSEL DI PULAU SANGKARANG

Salah seorang orator, memaparkan, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra harus ikut bertanggung jawab atas kasus September Berdarah tersebut, Sebab, Irjen Pol Yan Sultra merupakan penanggung jawab pengamanan pada 26 September 2019 lalu. sehingga menelan korban jiwa.

|| Laporan Perwakilan Sulawesi Tenggara :
( H E N D R A )

Advertisement
BAGIKAN