AP2 SULTRA: Helikopter Polda Sultra Dibeli dari Uang Rakyat, Kenapa Disalah Gunakan?

249

SULSELBERITA.COM. Kendari, Sulawesi Tenggara,- Tertanggal. 26 september 2020 menjadi sejarah dalam pengamanan pergerakan mahasiswa indonesia di Sulawesi Tenggara (Sultra) Penggunakan helikopter Oleh pihak Polda Sultra untuk mengamankan Massa Aksi dalam menuntut keadilan Satu tahun almarhum Randi dan Yusuf mati tertembak.

Akibat dari tindakan tersebut.
La Ode Risman Rantau selaku ketua umum Lembaga Aliansi Pemuda Dan Pelajar Sulawasi Tenggara ( Lembaga AP2 Sultra) mendesak Irjen Pol. Yan Sultra selaku kapolda sultra untuk mundur dari jabatannya.

Pasalnya dalam peraturan kepala kepolisian negara republik indonesia nomor 8 tahaun 2010 tentang tata cara lintas ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan menangani huru hara (perkapolri 8/2010), yang menyangkut peralatan yang boleh di bawa oleh dalmas helikopter tidak termaksud di lamannya selain itu Risman sapaan memuntut keras terkait penyelesaian terhadap masalah Almarhum Randi Dan Yusuf yang sampai hari ini belum ada titik penyelesaian.

Baca Juga  Ketua Umum LSP3M GEMPAR Sulsel Soroti Paket Sembako di Dua Gedung Milik Pemda Gowa
Advertisement

Sementara itu, sekretaris Umum Lembaga Aliansi Pemuda dan Pelajar Sulawesi Tenggara (LEMBAGA AP2 SULTRA) menambahkan., Dengan penggunaan helikopter oleh pihak kepolisian untuk membubarkan masa aksi terkait penembakan alm.randy & yusuf tepatnya pada hari Sabtu, 26 september 2020 itu merupakan kesalahan besar yg dilakukan oleh pihak kepolisian.

Masih ia, Olehnya itu perihal tersebut. saya anggap bahwa adalah sebuah tindakan penyalahgunaan fasilitas yang dibiayai oleh negara. selain itu juga, penggunaan helikopter dengan menerbangkan sangat rendah itu untuk membubarkan masa aksi. sangat membahayakan para massa aksi dan masyarakat umum yg berada di sekitar kejadian, dimana tindakan tersebut sangat besar resikonya yakni membahayakan keselamatan ataupun kesehatan masa aksi dan masyarakat umum yang berada di lokasi kejadian.

Lanjut ia, Terkait dengan penggunaan helikopter tersebut saya menduga bahwa pihak kepolisian sudah benar-benar tidak memperhatikan masyarakat, karna tindakan itu sangat membahayakan massa aksi dan masyarakat umum, sayapun menduga hal ini tidak lain dan tidak bukan tindakan tersebut terjadi dikarenakan instruksi atau perintah langsung dari KAPOLDA Sultra.tuturnya

Baca Juga  Terkait Kasus Kredit Fiktif 2 Milyar, Penyidik Polres Takalar Periksa Pihak BRI Cabang Takalar

"Saya heran dan merasa kecewa" dengan adanya tindakan tersebut, dimana seharusnya kepolisian bertugas untuk mengayomi masyarakat, bukan untuk memusuhi masyarakat,dan menakut nakuti dengan Helikopter yang dibeli menggunakan uang Rakyat, sementara tugas dan tupoksi pihak kepolisian untuk melindungi masyarakat, bukan untuk mengancam keselamatan masyarakat.

Saya tidak bisa bayangkan bagaimana kalau kecelakaan terjadi saat penggunaan helikopter tersebut dengan penerbangan sangat rendah diatas masa aksi dan masyarakat, pastinya akan banyak korban jiwa.kata nya

kemudian tambahnya. Dengan adanya tindakan tersebut pula saya mengaggap bahwa KAPOLDA Sultra sangat ceroboh dan telah menyalahgunakan fasilitas yang dibiayai oleh negara, sehingga beliau tidak pantas untuk menjabat sebagai KAPOLDA Sultra. Maka dari itu saya meminta dengan hormat Kepada KAPOLDA Sultra dengan gagah berani untuk mundur dari jabatan, karna dengan tindakan yang telah dilakukan sudah memperlihatkan bahwa beliau tidak pantas untuk menjabat sebagai KAPOLDA.

Baca Juga  Sat Narkoba Polres Gowa Bekuk Bandar Sabu Lintas Provinsi, Pelaku dapat Hadiah Timah Panas

Dalam keterangan Pers. ia juga membeberkan dugaan kesalahan yang di lakukan oleh pihak kepolisian Sulawesi Tenggara ( POLDA SULTRA ).dalam penggunaan Helikopter menghalau Massa Aksi ;

1. Pemborosan, dimana 1 jam terbang itu sama dengan 200-300 liter avtur x Rp.10.000

2. Penyalahgunaan fasilitas yang dibiayai oleh negara dengan APBN

3. Resiko helikopter terbang rendah sangat berbahaya bagi kesehatan ataupun keselamatan masa aksi dan masyrakat umum.

Beber Sekertaris Umum Aliansi Pemuda Sulawesi Tenggara, ini"(Al Aksar ).

 

Laporan Perwakilan Sulawesi Tenggara :

( H E N D R A )

Advertisement
BAGIKAN