Diberitakan, Hasanuddin Kansi: Saya Berterima Kasih Saja

601

SULSELBERITA.COM.  Kendari, Sulawesi Tenggara. Hasanuddin Kansi. Ucapkan Terima Kasih banyak telah diberitakan, dan menuding saya sebagai Penjual Idealisme Mahasiswa. Sabtu 26/09/2020.

Seperti yang diberitakan media online detikcoy.com, dimana pada pernyataan. Ketua. Obor Rakyat Sultra mengecam tindakan beberapa oknum yang duga telah menjual Idealisme Mahasiswa dalam Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa mengenang Randi - Yusuf di Kendari.

bahkan, Ketua Obor Rakyat Sultra, Asmet Afandi yang juga mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Kendari, dalam rilis persnya mengatakan bahwa oknum-oknum tersebut hanyalah mengambil keuntungan dari gerakan itu untuk kepentingan pribadinya.

Advertisement

"Mereka adalah oknum yang hanya mengambil keuntungan dari aksi mahasiswa itu dengan menjual idealisme mahasiswa dan ini sudah terjadi berkali,"

Asmet Afandi juga mengungkapkan bahwa mereka adalah pemain lama yang selalu ada ditengah-tengah mahasiswa untuk memantau setiap aksi dan mencari celah untuk mendapatkan keuntungan.

"Mereka itu adalah pemain lama yang berada ditengah mahasiswa dan selalu mencari celah untuk mendapatkan keuntungan dari setiap aksi yang ada," ungkapnya.

Masih Lanjut, Afandi sapaan akrabnya juga mengetahui identitas pelaku dan mengatakan dua diantara mereka tidak memiliki jenjang pendidikan formal di perguruan tinggi.

Baca Juga  Lagi Tertidur Lelap, Penjual Bakso Bakar di Takalar ini di Ringkus Polisi

"Ada dua diantara mereka bukanlah mahasiswa dan kalau ditanya, ia mengaku mahasiswa. Untuk identitasnya telah kami kantongi dan mereka adalah pemain lama," kata lagi.

Asmet Afandi memberkan identitas dua pelaku dan cara yang mereka lakukan agar bisa menjadi catatan untuk setiap mahasiswa yang memiliki idealisme dalam berjuang.

"Ada dua identitas pelaku yang kita beberkan disini, yakni atas nama Bram Barakatino dan ia bukanlah mahasiswa serta satunya lagi, Hasanuddin yang juga buka mahasiswa.

Menyikapi tudingan tersebut oleh Ketua Obor Rakyat Sultra, ( Asmet Afandi ) pada Media Online detikcoy.com.

Hasanuddin Kansi, saya Ucapkan "Terima kasih saja '"telah menuding saya penjual idealisme Mahasiswa dan telah memberitakan saya.

Justru saya sangat berterima kasih karena telah membantu mempopulerkan nama saya.

Namun Hasan, ( sapaan akrabnya) juga menegaskan silahkan tunjukan bukti kalau saya telah mengambil uang ke pada pihak kepolisian agar pergerakan.dalam Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa mengenang Randi - Yusuf di Kendari, agar dihentikan.

Baca Juga  LKBH Makassar Terima Aduan 4 Milyar Investasi Bodong PT CBL Rugikan 144 Nasabah

Masih lanjut di katakan Hasan, adapun terkait yang di katakan? saya. tidak memiliki jenjang pendidikan formal di perguruan tinggi. justru saya malah kembali bertanya tanya, saya saja seorang yang tidak memiliki jenjang pendidikan formal perguruan tinggi tau etika dan tata krama berbahasa di media. ujarnya sambil tersenyum.

Kemudian Hasan ( sapaan ) juga menyesalkan terkait wartawan detikcoy.com yang tidak paham etika jurnalis. sepengetahuan saya dalam penerbitan berita, baik itu .kontrol, sosial, politik dll. harusnya mengkonfirmasi dulu ke pada pihak terkait dalam hal ini saya! dimana saya punya hak asasi secara perorangan sebagai warga negara. seperti yang tertuang dalam Kode etik jurnalistik di jelaskan bahwa.

Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:

Baca Juga  Resmob Polda Sulsel Kembali Amankan Pelaku Curat

seperti yang di jelaskan juga dalam

Pasal 1.
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

dan dalam Penafsiranya.

Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.
Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.
Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.
Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain. jelas"Hasanuddin Kansi

Tapi melihat dari isi narasi isi berita tersebut di mana saya telah dituding, terkesan tendensius dan ada upaya untuk mematahkan pergerakan saya berikutnya, menyikapi 1 tahun meninggalnya Randi Yusuf mahasiswa kendari yang ditembak.,katanya sambil tersenyum menutup sesi konfresi pers-nya dengan awak media.

Laporan Perwakilan Sulawesi Tenggara :

H E N D RA

Advertisement
BAGIKAN