Terbukti Cemarkan Lingkungan, Warga Lengkese Bersikeras Tolak Pabrik Cipping PT Reskiyah Kembali Beroperasi

163

SULSELBERITA.COM. Takalar - Puluhan warga lengkese Kec.Marbo Kab.Takalar dan warga terdampak pencemaran lingkungan pabrik Cipping PT Reskiyah yang beroperasi selama belasan tahun di Desa Lengkese, hari ini menyatakan sikap menolak pabrik tersebut kembali beroperasi. Kamis, (10/9/2020).

Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan antara pihak warga dan perwakilan PT Reskiyah yang berlangsung di Aula pertemuan kantor Desa Lengkese Kec.Marbo.

Dalam pertemuan yang dihadiri pula oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kab.Takalar., Pemerintah Desa Lengkese, Babinsa, Binmas dan puluhan perwakilan Warga, berlangsung sedikit panas, karena warga tetap bersikeras menolak, dengan alasan bahwa selama 15 Tahun mereka harus menderita terpapar limbah debu, bahkan harus meninggalkan rumah mereka selama belasan tahun selama pabrik tersebut beroperasi.

Advertisement

"Kami tetap menolak pabrik tersebut kembali beroperasi, kami belasan tahun harus menderita tiap hari menghirup debu, meskipun dengan alasan mereka akan melakukan upaya perbaikan dengan UPL dan UKL, tetapi kami tetap tidak percaya". Ujar salah seorang warga di dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga  Polres Gowa Resmi Tahan 6 Pelaku Penganiayaan di Bokolu Pallangga

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya, "15 tahun lebih pihak perusahaan tidak perduli dengan kami, berbagai macam protes kami sudah lakukan, tapi mereka sama sekali tidak perduli nasib kami, mereka dapat uang, kami dapat debu". Ujarnya dengan nada tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga meminta agar pihak perusahaan memberikan kompensasi selama 15 tahun warga terpapar polusi, setelah itu diselesaikan, barulah boleh bicara kelanjutan operasi kedepannya.

Sementara perwakilan dari pihak perusahaan PT.Reskiyah berdalih akan membicarakan tuntutan warga tersebut dengan pihak managemen perusahaan.

Sebagaimana diketahui, Pabrik Cipping PT Reskiyah sudah hampir setahun tidak lagi berooerasi semenjak turunnya surat dari kementerian lingkungan Hidup RI tahun lalu, yang menyebutkan bahwa berdasarkan fakta verifikasi dilapangan terbukti pihak perusahaan melakukan pencemarin lingkungan, sehingga pihak kementerian menjatuhkan hukum administrasi.

Baca Juga  Simpan Sabu di Lipatan Lengan Baju, Pria ini Diringkus Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar
Advertisement
BAGIKAN