SULSELBERITA.COM. Bantaeng – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Bantaeng kembali menggelar aksi unjuk rasa terkait pasar rakyat Tanahloe, kali ini didepan kantor Bupati Bantaeng selasa (08/09/2020).
Pasalnya kadis Koperasi UKM & Perdagangan Bantaeng dinilai tidak menepati janjinya pada aksi unjuk rasa sebelumnya senin (03/08) bahwa telah disepakati bersama pembangunan pasar rakyat Tanahloe akan siap ditransparansikan dengan syarat penggugat tidak mengajukan banding di PN Bantaeng.
“Sebagaimana janji kadis pada aksi unjuk rasa sebelumnya bahwa siap mentransparansikan pembangunan pasar tersebut ketika penggugat tidak mengajukan banding, dan karena syarat sudah terpenuhi namun beliau ingkar janji walaupun surat secara resmi telah kami masukkan, makanya hari ini kami memilih demonstrasi” Ucap Ridwan Gallarang Selaku Jenderal Lapangan Selasa (08/09/2020)
Aksi tersebut berlansung kurang lebih satu jam dengan dikawal ketat pihak kepolisian dan diterima lansung wakil Bupati Bantaeng, Kepala Kesbangpol, Kabag Hukum dan atas permintaan pengunjuk rasa dihadirkan pula Kabid Perdagangan Diskumdag Bantaeng.
Namun disela-sela berlansungnya audiensi massa aksi memilih meninggalkan forum dibawah komando Jalil Abede selaku ketua umum GMNI Bantaeng dikarenakan kadis terkait tidak bisa datang tanpa alasan yang jelas.
“Penjelasannya kabid perdagangan bahwa surat kami waktu itu telah sampai ketangan ibu kadis, maka dari itu kami minta dihadirkan Ir. Meyriyani Madjid M.Si selaku Kadis Koperasi UKM & Perdagangan guna menjelaskan ke kami dan juga dihadapan pucuk pimpinan Pemerintah Daerah Bantaeng yang diwakili Wakil Bupati, kenapa tak kunjung menepati janjinya, dan karena yang kadis terkait tidak bisa datang tanpa alasan yang jelas maka kami memilih keluar saja ” jelas korlap aksi Ammar
Setelah meninggalkan ruangan, mereka kembali melanjutkan orasi didepan kantor Bupati dengan kalimat khas yang mereka teriakkan “Bantaeng tidak baik, copot Kadis Diskumdag Bantaeng” dan sempat menahan mobil truk sebagai panggung orasinya.
Sekitar pukul 15:20 pengunjuk rasa membubarkan diri setelah Jalil Abede selaku ketua umum menutup dengan memberikan ultimatumnya.
“Dengan tidak hadirnya kadis hari ini tanpa alasan yang jelas, maka ini menandakan ada ketimpangan dalam batang tubuh dinas Koperasi UKM & Perdagangan Bantaeng terkait pembangunan pasar rakyat Tanahloe, dengan itu saya tegaskan bahwa ini bukan aksi terakhir, namun kami akan kembali datang dikemudian hari” tutupnya.
Perlu juga diketahui hari ini tidak lagi hanya pasar rakyat Tanahloe, mereka juga menuntut pemanfaatan pasar rakyat yang tak kunjung dimanfaatkan sampai hari ini diantaranya pasar rakyat dikelurahan Onto dan pasar rakyat didesa Lonrong.





