Unjuk Rasa GMNI Bantaeng Tuntut Pembangunan Pasar Rakyat Tanah Loe

90

SULSELBERITA.COM. Bantaeng - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang GMNI Bantaeng menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Andi Mannappiang Lamalaka tepat didepan Kantor Dinas Koperasi UKM Dan Perdagangan Bantaeng, senin 03 agustus 2020.

Mereka menuntut transparansi pengelolaan anggaran pembangunan pasar dikelurahan Tanahloe dan mendesak untuk segera difungsikan.

"Pasar rakyat yang bernama Pasar Sino kelurahan Tanahloe Gantarangkeke selesai dibangun akhir tahun 2019, namun sampai hari ini belum difungsikan. Pertanyaan besar ini ada apa ?. Tanya Jendral Lapangan Ammar dalam orasinya

Advertisement

Ridwan Gallarang selaku kordinator lapangan yang juga Kabid Advokasi Hukum HAM GMNI Bantaeng menambahkan "pembangunan pasar dikelurahan Tanahloe buang-buang anggaran ketika tak kunjung difungsikan, pasar yang anggarannya kurang lebih 3 Miliyar bersumber dari APBN 2019. Dengan jumlah Anggaran yang sangat fantastis namun cuma jadi lahan ternak, miris" ucapnya dengan Kesal.

Baca Juga  Aniaya Siswanya Hingga Nyaris Pingsang, Guru SMPN 4 Marbo Ini Dipolisikan

Rencana massa aksi untuk membakar ban sempat mengakibatkan gesekan antara massa dengan pihak kepolisian, namun tak berlansung lama.

Aksi tersebut berlansung kurang lebih dua jam dan diterima lansung Kepala dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bantaeng, Kepala Bidang Perdagangan, Kesbangpol Bantaeng, dan Inspektorat Bantaeng.

"jika alasan tak kunjung difungsikan karena lahannya bersengketa maka Kesimpulannya pembangunan pasar tersebut cacat hukum karena keterlambatan pemanfaatan sebagaimana dalam Permendag No 2 Tahun 2019 Pasal 33, kemudian pasal 22 melanggar persyaratan administratif dan persyaratan teknis serta pasal 23 bahwa status lahan harus dalam penguasaan penuh atau merupakan hak milik pemda" Tegas Jalil Abede ketua umum GMNI Bantaeng

"Saya selaku salah satu rakyat Tanahloe merasa dipermainkan, merasa dibohongi karena 09 maret 2020 dinas terkait yang diwakili kepala bidang perdagangan dan kepala seksi berjanji bahwa paling lambat pasar akan difungsikan april-mei, nyatanya mereka ingkar janji makanya saya datang meminta kepastian dalam bentuk surat pernyataan kapan difungsikan, ketika waktu yang disepakati hari ini tiba dan tak kunjung difungsikan maka kami akan kembali datang dengan massa yang berlipat ganda" Tutup Jalil Abede

Baca Juga  "Gilir" Mama Muda, 7 Pemuda Belasan Tahun Resmi di Tahan Polres Takalar

Perlu diketahui bahwa sebagaimana hasil audiensi terkait permintaan transparansi akan siap diberikan serta kepastian waktu kapan difungsikan dalam bentuk surat pernyataan juga dipenuhi, dan ditanda tangani lansung Kadis terkait selaku yang menyatakan, mengetahu Jalil Abede Ketua Umum GMNI Bantaeng dengan saksi kesbangpol, kepala Inspektorat dan Bidang Advokasi Hukum HAM GMNI Bantaeng.

Advertisement
BAGIKAN