ATLAS Rilis Ruang Pena Guru Indonesia di Sabah

333

SULSELBERITA.COM -  Atap Literasi untuk Anak Indonesia di Sabah (ATLAS) baru saja merilis Ruang Pena Guru Indonesia di Sabah. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemantik motivasi, inspirasi dan pengalaman kepenulisan kepada guru-guru Community Learning Center Indonesia yang sedang menjalankan tugas mendidik di Sabah, Malaysia.

Hendra Hermawan, koordinator ATLAS, mengharapkan bahwa dengan hadirnya Ruang Pena Guru Indonesia di Sabah ini mampu meningkatkan budaya literasi menulis bagi guru yang kemudian dapat ditransfer kepada peserta didik di sekolahnya masing-masing.

Advertisement

“Kegiatan Ruang Pena Guru Indonesia akan diadakan dalam tiga sesi bincang virtual bersama pembicara yang kompeten di bidangnya,” jelas Hendra.

Untuk sesi pertama dengan topik “Agar Perjalanan-Perjalanan Bercerita” yang akan dimulai pada 6 Juli mendatang, ATLAS menghadirkan pembicara Benny Arnas, sastrawan yang terpilih dalam Cultural Activist to New Zealand 2016, Emerging writers dalam Ubud Writer and Readers Festival 2010, Pemenang unggulan Sayembara Novel DKJ, juga nominator Kusala Sastra Khatulistiwa 2016.

Adapun sesi kedua yang akan dilangsungkan pada 10 Juli, Ruang Pena Guru Indonesia di Sabah akan mengulas tentang “Menjadi Guru Sekaligus Penulis” dengan menghadirkan S. Gegge Mappangewa, pemenang Sayembara Bahan Bacaan Anak GLN selama empat tahun berturut-turut, peraih Acarya Sastra 2015, Pemenang Kompetisi Tulis Nusantara Kemenparekraf 2014, Juara pertama Lomba Menulis Novel Republika 2012, sekaligus peraih Islamic Book Fair 2013.

Lalu pada tanggal 15 Juli, sesi ketiga dengan materi “Bagaimana Menerbitkan Buku?” akan menghadirkan Fitrawan Umar sebagai pembicara. Beliau adalah pengelola dari Penerbit Shofia yang juga merupakan penulis undangan pada festival sastra internasional Ubud Writers and Readers Festival, nominasi Anugerah Pembaca Indonesia 2014, penulis beberapa buku di antaranya: Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan, Rindu Selalu Baik, Dunia di Dalam Mata, juga Roman Semesta.

“Melalui kegiatan ini, kita akan mendampingi peserta hingga bisa menerbitkan karyanya. Baik untuk yang ingin menulis buku solo maupun antologi,” lanjut Hendra. “Tapi khusus untuk buku antologi “Catatan Sebelum Pulang”, kami akan mewajibkan peserta untuk mengirimkan satu tulisan,” tutupnya

  1. (Red)