Menyambut Tatanan Kehidupan Baru Dunia Industri, Ini Kata Bappenas

0
45

SULSELBERITA.COM. Jakarta - Krisis ekonomi akibat Covid-19 memerlukan unprecedented policies, yakni kecepatan pemulihan ekonomi tergantung kepada kombinasi antara kebijakan pemutusan sebaran virus dan kebijakan ekonomi. Tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh bangsa ini di masa pandemi adalah menyiapkan program pemulihan ekonomi yang dapat dijalankan dengan cepat.

"Tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana menyiapkan program pemulihan ekonomi yang tepat, dieksekusi dengan cepat, dengan kecepatan, agar laju pertumbuhan ekonomi negara kita tidak terkoreksi lebih dalam lagi," ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas mengenai penetapan program pemulihan ekonomi nasional dan perubahan postur APBN tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta, melalui telekonferensi pada Rabu, 3 Juni 2020.

Sebagai bentuk kebijakan ekonomi, pemerintah telah meningkatkan stimulus fiskal untuk program kesehatan dan pemulihan ekonomi yang mencakup dukungan untuk rumah tangga, serta industri dan dunia usaha. Khusus untuk korporasi non UMKM dan non BUMN, dukungan yang saat ini disediakan dalam bentuk insentif perpajakan, pelonggaran kredit dari lembaga keuangan dan pelonggaran prosedur ekspor-impor.

Baca Juga  Wujudkan GEMATASAMARA, Bidang Kebersihan Lakukan Kolaborasi dengan Kelurahan Kalabbirang dan OPD Terkait

Dalam menghadapi tatanan kehidupan baru, Presiden menghimbau industri yang berkontribusi besar pada pemulihan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini untuk mencegah terjadinya PHK secara massif.

"Sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak sehingga goncangan pada sektor ini akan berdampak pada para pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya," kata Presiden.

Salah satu subsektor tersebut seperti industri pengolahan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mengasumsikan pemulihan sektor industri pengolahan ini akan terjadi dalam kurun waktu 9 sampai dengan 12 bulan.

“Proses pemulihan tercepat diproyeksikan sudah terjadi pada Triwulan IV tahun 2020 selama 9 bulan, dan diproyeksikan paling lambat terjadi pada periode Triwulan II tahun 2021 selama 12 bulan,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa seusai mengikuti Ratas Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Perubahan Postur APBNP Tahun 2020, pada Rabu, 3 Juni 2020.

Baca Juga  Ketua Umum HIPWRMATA Minta Kapolres Takalar Tutup Tambang Ilegal di Takalar.

Memasuki Tatanan Kehidupan Normal Baru pasca Covid-19 rantai produksi pada industri akan mengalami transformasi dan adaptasi ke arah teknologi digital. Para pekerja di industri pengolahan dapat beraktivitas kembali dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Industri akan lebih berbasis pada teknologi digital.

“Pola kerja, ruang produksi, dan manajemen risiko akan mengalami perubahan sesuai dengan tatanan kehidupan normal baru yang sesuai protokol kesehatan,” ungkap Menteri.

Rabu, 3 Juni 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

*Rencana Bangun Kita*
@RencanaBangunKita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here