Deklarasi JPS Diduga Gunakan Logo HMI Tanpa Ijin, Badko HMI Minta Wagup Sulsel Bertanggung Jawab

Hardiknas 2026, Bupati Takalar - sulselberita

Selamat Hardiknas -Sekwan DPRD Takalae - Sulselberita

SULSELBERITA.COM. Makassar, – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) menyoroti deklarasi Jaringan Pengamanan Sosial (JPS) untuk Covid-19.

Pasalnya, kegiatan tersebut mencatut logo HMI di sebuah spanduk, yang dinilai tidak memiliki izin dari pihak pengurus Badko HMI Sulselbar.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Hardiknas - Kepala Dinas Pendidikan Takalar

Ketua DPRD Takalar

Selamat Hari Kartini - Camat Pattllassang

Diketahui, deklarasi JPS tersebut dimotori oleh Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Jl. Yusuf Dg Ngawing, Makassar Kamis, 02 April 2020 lalu.

Wakil Sekretaris Umum Badko HMI Sulselbar, Syamsul Basri sangat menyayangkan sikap Andi Sudirman Sulaiman lantaran kegiatan deklarasi itu sebelumnya dibatalkan.

“Kami merasa heran, karena ada logo HMI terpasang. Memang sebelumnya ada ajakan dari pihak pak Wakil Gubernur, namun kami tidak menyetujui,” ucap Syamsul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (04/4/2020) malam.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa sebelumnya pihak HMI mendapat tawaran kerjasama oleh pihak Wagub Sulsel untuk turut terlibat dalam menghadirkan posko Jaring Pengaman Sosial yang melibatkan sejumlah ormas dan organisasi mahasiswa lainnya.

Hal tersebut, kata Syamsul, sebagai upaya menggalang solidaritas sosial guna membantu warga yang terdampak langsung secara ekonomi dan sosial akibat wabah Covid-19.

“Kita menyambut baik hal ini, hanya saja setelah kabar pembatalan yang dikonfirmasi oleh pihak wagub, rupanya agenda itu tetap terselenggara bahkan dalam deklarasi tetap menggunakan logo HMI,” paparnya.

Bagi Syamsul, logo HMI yang tercatut dinilai melanggar prosedur sebab tanpa ada izin secara kelembagaan.

“Bahkan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar, kanda Lanyalla Suwarno pun tidak tahu ada logo HMI terpasang di acara deklarasi itu. Beliau juga heran dan kaget, karena memang agendanya dibatalkan.

“Olehnya itu, kami meminta kepada pak Andi Sudirman Sulaiman sebagai inisiator kegiatan agar bisa mengklarifikasi dan mempertanggung jawabkan adanya logo HMI yang terpasang,” tegasnya.(**)

Pos terkait