IWO SulSel Siapkan Tim Kuasa Hukum untuk Bantu Muh Asrul

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar,- Penahanan terhadap wartawan berita.news, Muh Asrul yang dilakukan Polda Sulsel karena pemberitaan dugaan korupsi pejabat di Palopo terus menuai protes.

Kali ini dari organisasi profesi, Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel yang menyangkan tindakan kepolisian langsung melakukan penahanan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Ketua PW IWO Sulsel, Zulkifli Thahir menegaskan penahanan yang dilakukan menjadi bukti UU Pers tidak menjadi dasar penyelesaian kasus ini.

Ketua IWO SulSel

“Kami tidak melihat Asrul dan medianya namun kami melihat profesinya sebagai jurnalis, yang tentu profesi ini bukan sembarangan karena asrul bertindak berjalan karena ada payung hukum yakni UU No. 40 tahun 1999 tentang pers,” kata Abang Cule sapannya, Sabtu (8/2/2020).

Untuk itulah kata Abang Cule, IWO Sulsel berusaha memberikan support dan bantuan kepada Asrul agar secepatnya dibebaskan dari segala tuduhan.

“Polisi juga harus cermat dengan laporan ini tidak serta merta langsung ditahan dan dijerat dengan UU ITE, karena Asrul juga dilindungi UU dalam melaksanakan kerjanya sebagai jurnalis dan mungkin saja Asrul tergabung dalam asosiasi atau organisasi profesi,” jelasnya.

Sebelum menerima laporan polisi harus menempuh langkah langkah yang bijak dengan melakukan mediasi dan menelaah UU Pokok Pers.

Ia juga menyampaikan akan mengawal kasus ini dan pihaknya siap membantu hingga prosesnya tuntas.

“Kami punya tim hukum untuk membantu dan melihat prosedur yang dilakukan penyidik apakah sesuai atau tidak. Kami juga akan konsplidasi untuk menyiapkan massa dan mendesak kepolisian mengkaji ulang proses penahanan ini,” tutupnya.**

Editor: Ilham

Pos terkait