Dikonfirmasi Terkait Pengelolaan Dana Desa, Malah Begini Tanggapan PLT Desa Asolu

581

SULSELBERITA.COM.Konawe - Camat Abuki yang menjabat sebagai PLT, Desa Asolu Kec-Abuki Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, ketika di Konfirmasi oleh wartawan beberapa minggu yang lalu terkait Pengelolaan Dana Desa terkesan agak sensitif,  pasalnya ketika di konfirmasi terkait Pengelolaan Dana Desa Tahap 2 Pada Pekerjaan Drainase Tahun Anggaran 2019 yang belum selesai, malah kembali mengancam wartawan kalau berani meberitakanya akan melakukan somasi.

hal itu di ketahui pada kutipan media Pijarnusa.com beberapa pekan yang lalu

Seperti di ketahui sebelumnya bahwa pada kutipan Pemberitaan Media Pijarnusa.com

Dana Desa (DD) untuk pembangunan kerap menuai kontroversi dan menimbulkan berbagai polemik di lingkungan Desa itu sendiri, dikarenakan kurangnya keterbukaan ‘raja-raja’ desa yang ada desa itu atau transparansi terkait pengelolaan Dana Desa.

Seperti hal yang terjadi di Kecamatan Abuki Desa Asolu, Kabupaten Konawe.

Pembangunan drainase di Desa Asolu mendapat sorotan dari warga setempat karena diduga ada penyimpangan dalam pengelolaan dana desa untuk pembangunan saluran air tersebut.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMP Negeri 02 Tambang Diduga Lakukan Pungli

Sehingga Pekerjaan Pembangunan Drainase dari Dana Desa (DD) Desa Asolu, Kab. Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara Patut untuk ditelusuri.

Pasalnya, berdasarkan keterangan warga yang menyampaikan kepada Media ini beberapa hari yang lalu, proyek yang menggunakan Anggaran Dana Desa ini belum selesai, di mana sebelumnya proyek ini direncanakan dan telah dianggarkan kemudian dikerjakan pada tahap 2 tahun Anggaran 2019 lalu hingga saat ini belum selesai.

Menurut keterangan warga, pekerjaan ini juga diduga tidak sesuai volume seperti yang tertera dalam papan proyek sepanjangnya 616 M, Anggaran Rp 505 000.000,00 (lima ratus lima juta rupiah). “Namun fisik yang ada saat ini tidak seperti itu,” jelas warga Desa Asolu yang namanya enggan dimediakan, Kamis (02/01/2020).

“Itu pak kalau diukur tidak sesuai volumenya terus galianya juga diduga tidak dalam dan dasarnya tidak kuat,” beber warga tersebut.

Sementara Plt Desa Asolu yang kebetulan adalah Camat Abuki saat dikonfirmasi, Jumat (03/01/2020), mengatakan bahwa nanti setelah tanggal 28 ada pencairan tahap 3 baru bisa diselesaikan. Saat ditanyakan berapa anggaran tahap 2, ia menjawab 40 %. Tapi saat media ini menanyakan berapa jumlah anggaran 40% untuk tahap 2 Desa Asolu, dengan lugas dan ala dialek Tolaki ia mengatakan, “kenapa mau tau?” ungkapnya.Lebih lanjut dikonfirmasi terkait pemberitaan ini, ia juga dengan lugas sempat mengatakan, “coba-coba mi beritakan saya somasi,” ancamnya.

Baca Juga  Penjualan Modul SKTB SD/ MI di Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa dinilai terlalu Mahal.

Sementara itu Kepala Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kab. Konawe, Minggu (05/01/2020) saat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapanya terkait adanya Oknum Plt Desa yang diduga mainkan Dana Desa, dengan dan tegas ia mengatakan, “Kalau tidak sesuai aturan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) maka kami akan tindak lanjuti,” ujarnya.

“Olehnya itu kalau ada pihak pihak Desa yang ingin coba-coba mainkan Dana Desa maka kami akan panggil dan silahkan informasikan ke pihak BPMD juga,” harapnya.

Ditempat terpisah, Direktur Konsorsium Aktivis Muda Indonesia (KAMI Sultra), La Songo menanggapi pernyataan Plt Desa Asolu, ia menegaskan sebaiknya Plt Desa Asolu atau selaku Camat juga bisa profesional dalam mengemban tugas yang telah diamanahkan kepadanya.

“Kalau tidak sanggup yah mundur dari Plt berikan kepada yang mampu,” tegasnya.

Baca Juga  Antisipasi Penyelewengan, Bhabinkamtibmas Polsek Pallangga Gowa Kawal Penyaluran Bansos Diwilayahnya

Adapun terkait pekerjaan pembangunan drainase oleh Desa Asolu yang belum selesai dia mengatakan akan mengarahkan TIM Informasi dan Data melakukan kroscek ke lapangan.

“Apa bila hal yang diisukan warga benar adanya maka kami wajib surati pihak Aparat Penegak Hukum untuk menidaklanjuti lebih jauh terkait pekerjaan yang lambat itu,” tandasnya.

hingga berita ini di turunkan pihak media ini masih terus melakukan penelusuran kebenaran isu yang beredar, begitupun juga dengan pihak terkait media ini masih terus melakukan upaya konfirmasi agar ada balance pemberitaan.

Hendra SH dan TIM

Advertisement
BAGIKAN