Usai Unjuk Rasa di Kantor DPRD Prop.Sultra, Mahasiswa UHO Kendari di Tebas Kepalanya oleh Dua Preman

915

SULSELBERITA.COM. Kendari - Muhammad Iksan (23) seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari,  harus menerima nasib sial atas perlakuan dua orang preman yang diduga utusan salah  satu perusahaan tambang yang ada di kabupaten Konawe utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pria yang di ketahui berasal dari Kelurahan Wawonggole, Kabupaten Konawe ini ditebas kepalanya setelah usai melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra terkait kasus perusahaan tambang di Konut. Kamis (02/01/2020).

Salah seorang saksi mata,inisial MP yang juga teman korban saat aksi membeberkan, setelah kembali ke Fakultas Kehutanan UHO pukul 13.00 Wita, dia bersama lima orang lainnya termaksud korban  duduk di halaman jurusan untuk menunggu staf akademik mengurus persiapan KKN.

Baca Juga  Seorang Pemuda Di Takalar Tewas Terbakar Bersama Sepeda Motornya

“Kita semua ikut demo tadi, tiga orang duduk, dua orang berdiri, termaksud Irvan, tiba-tiba muncul dua orang lagi bawa motor vixion, yang bawa motor gemuk, yang pegang parang brewok, dia langsung datang tebas Irvan, dan kita sempat diburu baru kita lari,” bebernya" saat ditemui di Puskesmas Kemaraya.

Sementara AS saksi mata lainnya yang juga teman korban menambahkan, kedatangan dua orang yang diduga preman itu tidak lama sejak dirinya dan masa aksi lainnya berbalik arah pulang.

Dia menduga, korban (Iksan, red) dan yang lainnya sudah di target sejak aksi di DPRD tadi pagi.
“Kuat dugaan mereka utusan perusaahaan yang kita demo tadi, karena mereka langsung di datangi kita ber-lima yang sudah di kampus lama UHO tadi,” tudingnya.

Baca Juga  Berkas Perkara Tipikor PTN "Umrah" Kepri P 21, Empat Tersangka Segera Disidang

Sementara, Wakil Ketua Tamalaki Sultra, Leo yang bersamaan menjenguk korban menegaskan, akan mencari pelaku sampai ketemu, sebab, korban adalah anggota Tamalaki Sultra. Dia juga membeberkan jika perusahaan  yang di demo pagi tadi itu memang memelihara preman yang waktu mengaumnya ditentukan oleh bergemahnya sound sistem yang dialamatkan ke perusaahaan dimaksud.

“Ini yang didemo tadi perusahaan tambang Pt MLP dan ASKON di Konut, makanya adik adik duga preman dari perusaahaan itu, tapi tunggumi kita cari pelakunya,” tegasnya.dalam dialeg daerah tolaki.

Hingga berita ini di turunkan, korban masih sementara memperoleh perawatan di Puskesmas Kemaraya, Kota Kendari. Kepala korban mengalami luka parah hingga 24 jahitan. Beruntung korban masih selamat, dan Polisi hingga kini belum terlihat di TKP.

Baca Juga  Dialog Terbuka Bertema "Bedah Resolusi Penyelesaian Konflik Papua" Hadirkan Komisioner Komnas HAM Periode 2007-2012

( Hendra SH )

Advertisement
BAGIKAN