Jamalauddin Dg. Abu, Target 2020 Kampung Sayur di Kenal Dunia

470

SULSELBERITA.COM. Gowa, --Rumah Koran merupakan wadah belajar bagi petani, yang selama ini berfokus pada peningkatan SDM petani, melalui gerakan literasi dengan sasaran penduduk lokal, dan kini terus berbenah, menjadi daerah dengan ciri khas sebagai kampung sayur, yang berkembang menjadi lokasi wisata edukasi.

Menurut Jamaluddin Dg. Abu, wisata edukasi sendiri, merupakan wisata pendidikan, atau ajang karya, dimana suatu kegiatan atau perjalanan dilakukan untuk rekreasi atau liburan. Kemudian, ada terdapat aktivitas edukasi atau pendidikan di dalamnya.

Kampung Sayur ini, berada di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang mempunyai potensi sumber daya alam, yang subur dan mampu menghasilkan berbagai jenis sayur mayur.

"Lokasi sayur mayur, menjadi lokasi wisata edukasi, berlibur sambil belajar, jadi berlibur diisi dengan mempelajari pertanian. Disini, pengunjung bakalan merasakan seperti apa menjadi petani, seperti apa proses pertanian, dari proses budidaya hingga panen," terang Founder Kampung Sayur.

Baca Juga  Imbau Warga Ibadah di Rumah, Tiga Pilar Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar Pantau Aktivitas Masjid

Rumah Koran juga, telah menyiapkan lokasi petik sendiri, bagi pengunjung, tujuannya agar pasar hasil pertanian terbuka luas dan masyarakat kota atau pengunjung bisa merasakan dan mengetahui proses panen sayuran.

Selain itu, bagi pengunjung yang ingin mengadakan kegiatan beberapa hari, sampai mengahuskan mereka bermalam, Rumah Koran bekerja sama, dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabupaten Gowa, menyiapkan fasilitas home stay, ruang pertemuan dan lokasi kemah literasi.

"Berkat Kampung Sayur ini juga, ada nilai wisata edukasi yang telah mampu menumbuhkan gairah bertani, dan bangga sebagai petani, bahwa pertanian mempunyai nilai ekonomi dan menjadi profesi yang menjanjikan," harap penulis buku Anak Petani Jadi Sarjana.

Wisata edukasi ini, diminati karena juga menganut sistem pertanian organik, yang mementingkan antara kualitas dan kuantitas, yaitu melahirkan sayur mayur yang sehat dan segar, melalui sistem pertanian organik.

Baca Juga  Geger!!!! Jabatan Imam Desa Paranglompoa Dipertanyakan Warga Sekitar

Kampung sayur mempunyai tujuan untuk mengangkat citra desa dan melahirkan identits dan ciri khas desa Kanreapia, dari desa untuk Indonesia dan dari petani untuk kedaulatan pangan.

Wisata edukasi, mengajak para petani dan pengunjung, untuk menjadi masyarakat literasi, dengan bersama - sama menggerakkan gerakan Petani Literasi. "Petani juga harus sekolah dan gemar membaca, agar menjadi petani yang berwawasan dan mampu memasarkan hasil pertanian mereka baik online maupun offline, " pesan Jamaluddin Dg. Abu

Ini menjadi target juga, bahwa di tahun baru ke 2020, harus mewujudkan kampung sayur, sampai dikenal dunia, bahwa pertanian hortikultura dataran tinggi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan layak untuk di kunjungi dan pas untuk di jadikan sebagai lokasi study tour, study pertanian dan kemah literasi, karena kami yakin jiwa petani akan tumbuh dan berkembang disini, dari desa untuk Indonesia dan dari petani untuk ketahanan pangan.

Baca Juga  Diskusi Publik RLI Sulsel, Hadirkan Tiga Pemantik Handal Bahas Isu "Berdayakan Petani"
Advertisement
BAGIKAN