Gegara Emosi, Senjata Tajam Pelaku Berbicara

591

SULSELBERITA.COM. Gowa- Upaya Polres Gowa untuk meminimalisir penyalahgunaan senjata tajam gencar dilakukan baik melalui sosialisasi maupun dengan mengeluarkan himbauan.

Belum beberapa lama keluarnya himbauan, kini kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam kembali terjadi.

Kejadian berawal saat korban Muhammad Zainal (29) warga Taborong pada Senin malam (17/12/2019) pukul 20.00 Wita sementara menonton elekton di Jl. Taborong Desa Bontoala Kecamatan Palangga.

Saat acara berlangsung dan terjadi pertengkaran antara pemain elekton dan terduga pelaku berinisial (UG) lalu, korbanpun secara spontan ingin melerai pertengkaran.

Karena melihat korban datang, kemudian pelaku emosi lalu menikam korban pada bagian dada sebelah kanan dan memukul bagian kelopak mata serta hidung yang mengakibatkan korban mengalami luka terbuka.

Akibat kejadian tersebut korban dilarikan ke RS Wahidin Makassar untuk dilakukan perawatan kemudian pihak keluarga korban melaporkan kejadian ke SPKT Polres Gowa untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga  Wakil Ketua BPD Desa Bontoparang: Lillahi Taala Saya Tidak Pernah Jual Nama Bupati Takalar

Pasca pelaporan selanjutnya petugas piket mendatangi TKP untuk mencari terduga pelaku namun pelaku telah melarikan diri.

Hingga berita ini direlease, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi dan akan melakukan penyelidikan guna menangkap pelakunya.

Saat dikonfirmasi atas kejadian tersebut Kasubbag Humas mengatakan,"Polres Gowa akan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan apalagi terkait dalam penyalahgunaan senjata tajam dan berharap senjata tajam tidak lagi dibawa ketempat umum.

Saya juga menghimbau agar pelaku segera menyerahkan diri ke pihak Kepolisian Polres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuarannya," ungkap Kasubbag Humas Akp. M. Tambunan.

Pelaku akan kami dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 351 KUHPidana tentang Penganiayaan dan Pasal 2 ayat 1 UU darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Tajam dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga  Gadis 12 Tahun di Takalar di Duga Jadi Korban Pelampiasan Nafsu Tiga Orang Tetangganya

Terpisah Kapolres Gowa saat di minta pendapatnya tentang kasus penyalahgunaan senjata tajam mengatakan," kejadian seperti inilah yang menginisiasi saya memberikan himbauan kepada warga agar budaya membawa senjata tajam tidak lagi terjadi di Gowa." terang Kapolres Gowa Akbp Boy Samola.

Editor:Ilham
Advertisement
BAGIKAN