HM2DG desak KPK Periksa Deno Kamelus dan Viktor Madur Terkait Dugaan Korupsi Penipuan Infrastruktur Jalan dan Irigasi Desa Gulung

1003

SULSELBERITA.COM. Manggarai-Himpunan Mahasiswa Makassar Desa Gulung mendesak Komisi Pemberantas Korupsi(KPK) periksa Bupati dan Wakil Bupati Manggarai periode 2014/2019 terkait dugaan korupsi dan penipuan proyek infrastruktur jalan dan irigasi Desa Gulung Satarmese Utara tahun 2016.

"Deno Kamelus dan Viktor Madur diduga melakukan tindak pidana korupsi serta melakukan penipuan publik terkait proyek infrastruktur jalan dan irigasi Desa Gulung Satar Mese Utara" Tutur Adrianus Rudyanto selaku Ketua Umum HM2DG.

Rian sapaan akrab ketua HM2DG menambahkan bahwa Proyek yang menelan anggaran 7 Miliar yang diperuntukkan untuk Desa Gulung diduga dialihfungsikan sepihak oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Deno Kamelus dan Viktor Madur. kepala Desa serta masyarakat Desa Gulung menjadi korban atas sikap pemda yang dinilai inkonstitusional.

Advertisement

Untuk diketahui kronologi dugaan korupsi dan penipuan publik yang dilakukan Deno Kamelus dan Viktor Madur dijabarkan sebagai berikut.

Pada tanggal 16 Januari 2012, Kepala Desa Gulung, Kecamatan Satar Mese Utara mengajukan proposal untuk proyek pembangunan infrastruktur jalan poros dan irigasi di Desa Gulung kepada Kementerian
Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).
Tanggal 11 April 2016, Kepala Desa Gulung, Darius Perau bersama Nikolaus Sampur berangkat ke Jakarta atas undangan pihak Kemendes RI. Kepala desa bersama Nikolaus Sampur bertemu dengan Bapak Syamsul Widodo, Kepala Biro Perencanaan di gedung utama lantai IV Kalibata. Kepala desa membawa serta proposal dan dukumen lainnya seperti rekomendasi dari instansi terkait. Oleh Bapak Syamsul, Kepala Desa Gulung diarahkan untuk bertemu langsung dengan Bapak Lukman, di kantor Dirjen Pembangunan
dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Bidang Irigasi, Embung dan Pasar Desa. Bapak Lukman
menyampaikan bahwa proposal sudah diterima oleh pihaknya dan meminta kepala desa untuk menanti kelanjutan rencana pihak Kemendes RI untuk turun
melakukan survey ke lokasi proyek. Setelah Proposal itu di terima, selanjutnya tanggal 26
April 2016 Bapak Lukman selaku kepala bidang irigasi
dan embung dan pasar desa turun ke lokasi proyek untuk melakukan survey awal dan diterima secara adat oleh masyarakat desa gulung Selanjutnya pada tanggal 18 Mei 2016, tim survey kedua tiba di Ruteng dalam rangka melakukan tahapan survey lanjutan sesuai dengan perjanjian yang telah disampaikan oleh Bapak Lukman. Tim tersebut terdiri dari 3 staf teknis Kemendes RI yakni Bapak Idar, Bapak Bambang dan Ibu Beatrix. Ketiga staf Kemendes RI tersebut menginap di Hotel Shinda Ruteng. Pada waktu itu, kepala desa bersama Kabid BPMD Sipri Harum, Nikolaus Sampur dan Karolus Lumar,masing- masing sebagai anggota OMS bertemu dengan tim survey. Setelah pertemuan itu, pada hari itu juga tim
survey bersama kepala desa bertemu dengan Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur di rumah jabatan.

Baca Juga  Perjuangan Warga Kale Ko'mara ke Jakarta Bersama mahasiswa dan Legislator PPP Berbuah Manis

wakil bupati meminta tim survey agar keesokan harinya yakni tanggal 19 Mei 2016 pkl.09.00 wita bertemu langsung dengan Bupati Manggarai. Namun Kepala Desa dilarang agar untuk ikut serta bersama tim survey bertemu dengan Bupati. Wakil bupati beralasan bahwa kehadiran kepala desa bisa menimbulkan ketersinggungan Bupati. Beliau
tidak menjelaskan apa maksud pernyataannya tentang
ketersinggungan Bupati. Tim survey pada waktu itu juga menyampaikan kepada Kepala Desa dan Kabid BPMD bahwa esok pkl. 10.00 pagi tim akan turun ke lokasi proyek di Desa Gulung. Anehnya, usai bertemu
Bupati Kamelus Deno, tim survey didampingi Konsultan
Dinas Pertanian atas nama Aleks Ban melakukan
survey ke Desa Rado di Kecamatan Cibal, tepatnya
di lokasi irigasi Wae Wunut kampung asal Bupati
Deno dan bukan ke Desa Gulung yang seharusnya menjadi lokasi proyek.

Baca Juga  Hina Nabi Muhammad di Medsos, Warganet Minta Polisi Tangkap Pemilik Akun "Arya Dwi Pangga"

Beberapa saat kemudian,
kepala desa mendapat telepon dari Bapak Idar yang
menyampaikan bahwa tim survey batal ke Desa
Gulung melainkan mereka melakukan survey ke Desa
Rado di lokasi irigasi Wae Wunut atas perintah Bupati
Manggarai Kamelus Deno.

Atas kronologis tersebut,  Ketua HM2DG meminta KPK dan penegak hukum lainnya untuk segera memeriksa Bupati dan wakil Bupati serta Komplotan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Advertisement
BAGIKAN