Jadikan Sungai Sebagai Jalur Truk Pengangkut Material Tambang, Suplay Air Baku PDAM Takalar Tersumbat

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Dimusim kemarau panjang tahun ini, kekeringan pun terjadi dimana mana, bahkan juga berimbas pada pelanggang PDAM Takalar, karena suplay air berkurang.

Salah satu penyebabnya adalah, suplay air baku ke PDAM Takalar yang berasal dari sungai tersumbat, sehingga pihak PDAM Takalar harus bekerja ekstra untuk mendapatkan suplay air baku.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Menyikapi hal tersebut, tim PDAM pun turun menyusuri sungai, untuk mencari tahu, kenapa suplay air baku ke PDAM kini tersendat, dan hasilnya sangat mengejutkan, karena ternyata salah satu sungai penyuplai air baku PDAM Takalar yang melewati Lingkungan Borongbaji kelurahan Malewang, Kec.Polut, sengaja di timbun dan didangkalkan, untuk dijadikan jalur mobil truk pengangkut material tambang yang tidak jauh dari jalur sungai tersebut.

“Ini sungai sengaja didangkalkan, tujuannya suoaya mobil truk pengangkut material tambang lewat di jalur sungai yang sudah tertimbun, inilah penyebab utama suplai air yang seharusnya besar di jalur sungai ini menjadi kecil, karena air sungai tertahan oleh timbunan di jalur sungai yang diborong Baji ini, sehingga Kami kekurangan air baku”. Ungkap Kasubag Humas PDAM Takalar, Muslimin Basri, SM

Lebih jauh diungkapkan Muslimin, “Jadi kami juga perlu jelaskan,, Jalur sungai yang menuju Bontorita dan satu jalur dengan sungai Bajeng tempat air baku, suda tidak layak lagi disebut sungai,  karen besarnya banyak yang hanya kurang lebih 1 meter luasnya saja,  Ini sangat merugikan kami di PDAM Takalar”. Ungkapnya lagi.

“Kami berharap pihak terkait agar segera kembali membuka jalur sungai ini dengan baik Karena sungai ini sudah lari dari peruntukannya.
Juga sungai ini sudah butuh untuk dinormalisasi”. Tutup Muslimin

Pos terkait