Rangga Kembali Lakukan Penyuluhan Perda No.2 Tahun 2017 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah

468

SULSELBERITA.COM. Takalar- Fahruddin Rangga, SE, MSi salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Golkar periode 2014-2019 kembali melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Produk Hukum Daerah tepatnya Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah pada malam ini Jum’at, 6 September 2019 di Desa Bontosunggu Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar yang dihadiri beberapa perwakilan tokoh masyarakat dari desa dan dusun di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini Drs. H. Abdul Rauf, M.Pd merupakan tokoh pendidikan dan mantan Kepala Sekolah yang tampil sebagai narasumber dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pendidikan menengah sudah merupakan hal wajib sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anak-anak kita pada jenjang pendidikan ini apalagi kalau kendalanya hanya pada persoalan kebutuhan dasar seperti seragam sekolah, tas dan sepatu.

Baca Juga  Tak Kenal Lelah, Kapolsubsektor Bontonompo Selatan Aktif Beri Himbauan Ke Warganya

Pemerintah sudah hadir untuk memfasilitasi dan mengambil peran mengatasi persoalan tersebut dan itu sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah menyediakan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diatur dalam perda ini, dan memang harapan masyarakat yang kurang mampu pemerintah hadir ketika ada kondisi seperti itu terjadi di masyarakat.

Rangga begitu biasa disapa selaku penanggungjawab kegiatan ini tampil pula sebagai pembicara menyampaikan bahwa dalam menyebarluaskan sebuah regulasi yang penting diketahui masyarakat tentu tidak mengenal waktu dan tempat seperti yang kami lakukan malam ini,

lebih jauh ketua banggar DPRD Sulsel yang juga pernah menjabat sebagai ketua KNPI Kota Makssar ini menjelaskan secara umum terkait isi Perda Nomor 2 Tahun 2017 ini bahwa yang melatar belakangi regulasi tentang wajib belajar pendidikan menengah diinisiasi oleh DPRD Provinsi Sulawesi Selatan karena adanya kondisi sosial masyarakat orang tua yang tidak menyekolahkan anak nya pada tingkat SMA/SMK karena tidak mampu menyiapkan kebutuhan dasar diataranya pakaian seragam dan alat kelengkapan sekolah lainnya.

Baca Juga  Jadi Irup di Upacara Bendera Ponpes Bahrul Ulun, Begini amanat Bhabinkamtibmas Polsek Pallangga Gowa

Lebih lanjut Rangga mengatakan sangat disayangkan kalau hanya persoalan kebutuhan dasar seorang anak tidak dapat mengenyam pendidikan menengah, hal seperti ini tidak boleh menjadi penghambat untuk memperoleh pendidikan menengah apalagi tingkat kepedulian pemerintah saat ini terhadap bidang pendidikan sudah sangat tinggi demikian kuncinya.

Advertisement
BAGIKAN