Sikapi Maraknya Destructive Fishing di Wilayahnya, LSM PASIR PUTIH Gelar Dialog Terbuka

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SSULSELBERITA.COM. Takalar – Penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. atau destructive Fisjing yang terus terjadi di perairan Desa Laikang sejak 4 tahun terakhir ini, disikapi serius oleh para aktivis yang tergabung dalam LSM Pasir Putih yang berbasis di Desa Laikang Kec.Marbo Kab.Takalar.

Menurut ketua LSM Pasir Putih, Muh.Ibrahim Bakri, bahwa kegiatan Destructive Fishing (Penangkapan dengan cara merusak ekosistem) telah berakibat pada kurangnya tangkapan nelayan kecil akibat kerusakan terumbu karang yang mengakibatkan ikan semakin menjauh mencari tempat yang lebih nyaman.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Kegiatan Destructive fishihg ini diduga kuat pelakunya bukanlah orang Laikang, tapi berasal dari luar desa Laikang, sehingga harus dilakukan langkah – langkah yang lebih mumpuni untuk bisa mendapatkan jalan keluar dari persoalan ini. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa kegiatan destructive fishing seperti bom ikan, trawl dan bius merupakan 3 kegiatan yang sangat merusak lingkungan dan merugikan nelayan nelayan kecil,
inilah yang menjadi dasar sehingga LSM PASIR PUTIH mengambil langkah dengan membukan dialog dengan menggandeng semua pihak di Laikang, seperti Pemdes Laikang, BPD Desa Laikang, PPLH Puntondo, Mahasiswa Kelautan dan perikanan, serta tokoh masyarakat yang ada di Desa Laikang”.Jelas Baim,  sapaan akrab dari ketua LSM Pasir Putih. Kamis, (8/8/2019).

Lanjut di jelaskan Baim, “Dari pertemuan yang dilaksanakan sehari penuh tersebut, telah menghasilkan dua hal penting, Pertama, Harus dibentuk kelompok pengawas Masyarakat Kedua, melakukan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah di daerah pesisir”.Jelasnya lagi.

Menurut Muh. Ibrahim Bakri lagi, sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan ” Dialog ini kami angkat dengan judul : PESISIR BERDAULAT, PESISIR SEJAHTERA,  Selama ini masyarakat tidak punya kekuatan dalam mengatasi persoalan destrucrive fishing yang ada di daerahnya, disebabkan karena tak ada sarana yang memadai dan kebersamaan di masyarakat dan kami bersyukur karena targer kami agar dibentuk kelompok pengawas masyarakt dalam waktu dekat akan tercapai”. Tutupnya.

Pos terkait