Diserang Berita Miring di Medsos, RSU HPDN Takalar Lakukan Klarifikasi, Nitizen Langsung Hapus Postingan

1131

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sebuah postingan seorang Nitizen yang menggunakan nama "Fhyka Zartika", langsung menjadi viral, dan hanya hitungan jam saja, postingan tersebut sudah dibagikan oleh lebih dari 500 pengguna medsos. Minggu, (2/6/2019).

Dalam postingannya tersebut, oknum Nitizen menngunggah dua buah poto,, dengan menambahkan tulisan, “Ada pasien yang tidak ditangani di rumah sakit Takalar, Bayi yang dalam kandungan ibunya meninggal dan dimintai pembayaran 8 juta rupiah hanya karena berkasnya tidak lengkap".

Sontak saja postingan tersebut diserbu ratusan comentar yang rata rata bernada miring dan mengecam pihak rumah sakit, berbagai tudingan, bahkan sumpah serapahpun tumpah ruah dinkolom komentar.

Awak media ini pun langsung melakukan klarifikasi kepada pihak management RSU H.Padjonga Dg Ngalle Takalar, melalui Ditekturnya dr.Darwis Makka, yang membantah semua yang dituduhkan tersebut.

Baca Juga  Ini Tanggapan Ketua JOIN Takalar Terkait Oknum Wartawan Online Yang Diduga Aniaya Anak di Bawah Umur

"Apa yang dituduhkan tersebut sama sekali tidak benar, itu hoax, tidak mungkin SOP nya seperti itu, kami sudah melakukan penanganan dengan baik sejak sipasien masuk 4 hari yang lalu,i saya sudah mengkordinasikan hal ini ke bagian yang menangani, dan mereka semua sudah bekerja sesuai SOP". Jelas Darwis Makka. Minggu malam, (2/6/2019).

Lebih jauh dijelaskan Darwis, “Pasien masuk ke Ponek sejak tanggal 30 Mei 2019 dan setelah diperiksa kondisi janin dalam kondisi anensefali (bahasa kedokteran untuk ibu hamil), kemudian dokter menginfokan ke keluarga pasien untuk dilakukan induksi (tindakan lanjutan) dengan catatan pihak keluarga harus menandatangani tindakan lanjutan untuk pasien. Tapi sampai tanggal 1 Mei 2019 pihak keluarga tak kunjung muncul. Nanti pada jam 3 siang baru tiba untuk bertanda tangan untuk dilakukan induksi, tapi janin dalam kandungan ibunya sudah meninggal,” jelasnya..

Baca Juga  Mesum di Toilet Kantor Wali Kota Baubau, Sepasang Pelajar Kepergok Satpol PP

“Janin meninggal dalam kondisi KJDR (bahasa kedokteran). Pasien masih tetap ditangani melalui proses baloon catheter agar serviks pasa pasien terbuka. Pada tindakan ini belum ada induksi untuk sectio karena janin sudah meninggal, dimana kondisi ibunya tidak dalam kondisi kritis,” pungkas Pihak Humas RSUD HPDN.

Lebih jauh lagi di jelaskan Darwis, “Informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa pasien dan keluarganya dimintai biaya Rp. 8 Juta juga HOAX. Info ini sangat tidak benar dan cenderung menjadi fitnah bagi RSUD HPDN. Info bahwa pasien akan dimintai pembayaran hanya dari tetangga pasien di ruangan pasien dirawat. Sekali saya tegaskan bahwa Bidan Ponek tidak pernah meminta biaya apapun dari pasien,” tutup Darwis Makka.

Setelah pihak Management melakukan klarifikasi melalui media sosial, bahkan dengan sebuah vidio yang berisi klarifikasi juga ikut di tayang kan, dimana dalam vidio tersebut, terlihat seorang petugas rumah sakit yang berdiri disamping pasien yang dimaksud memberikan klarifikasi bahwa apa yang ditulis oleh akun tersebut tidak benar dan hoax, tiba tiba postingan sang nitizen tersebut langsung dihapus semua di group group facebook yang dia sudah bagikan.

Baca Juga  Kasihan...Puluhan Warga Galesong Utara Jadi Korban Janji Sembako Gratis Di Rangkaian Hari Jadi Takalar

Pihak Management RSU Padjonga.Dg Ngalle Takalar pun, mengaku untuk sementara sedang mempertimbangkan akan mengambil langkah hukum, dengan melaporkan akun tersebut ke pihak polisi, "Kita sementara mempertimbangkan langkah hukum". ujarnya.

Advertisement
BAGIKAN