Demi Pelayanan, Tenaga Medis PKM Pattoppakang Terobos Banjir Bawa Pasien Rujukan ke Rumkit

371

SULSELBERITA.COM. Takalar - Banjir hebat yang melanda Takalar, sejak sore hari (Selasa, 22/1/2019), telah memutus beberpa tiitik jalan poros Takalar-Makassar akibat terjangan banjir. namun rupanya kondisi tersebut tidaklah menyurutkan niat para tenaga medis PKM Pattoppakang yang harus membawa pasien rujukan ke Rumkit Padjonga Dg Ngalle Takalar.

Salah seorang pasien yang hendak melahirkan dan harus di rujuk karena pasien mengalami tekanan darah tinggi, dan memiliki riwayat DM, membuat para tenaga medis PKM Pattoppakang rela mempertaruhkan nyawa menerobos banjir dengan menggunakan Mobil Ambulans.

Demi dedikasi, tugas dan pengabdian, para tenaga medis PKM Pattoppakang tersebut, tak perduli dengan kondisi extrim jalan yang diterjang banjir di malam yang gelap, mereka terus saja berusaha menerobos Air yang sudah mencapai paha orang dewasa.

Baca Juga  Breaking News: Ketua Join Sulsel Meninggal Dunia

Namun karena kondisi dan medan yang sangat berat tersebut, pasien terpaksa harus melahirkan diatas mobil Ambulans di tengah banjir, para tenaga medis berusaha sekuat tenaga membantu proses persalinan, namun rupanya tuhan berkehendak lain, anak yang baru dilahirkan tersebut meninggal dunia.

Baha' sopir Ambulans PKM Pattoppakang, kepada awak media yang mewawancarainya di tengah banjir saat pasien dievakuasi menggunakan mobil Polisi mengatakan.

"Kami tahu kondisi sedang banjir, tapi kami harus tetap membawa pasien rujukan ini, apapunbyang terjadi, ini adalah tugas tanggung jawab dan pelayanan, kami ada 7 orang diatas mobil, dan tadi terpaksa harus dibantu melahirkan di atas mobil ambulans, pasien sudah dievakuasi menggunakan mobil polisi, karena mobil kami sudah tidak bisa jalan lagi". Ujar Baha'.

Baca Juga  Ini yang Dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangadu Bersama Team Posko Gugus Tugas COVID-19 Marbo

Sementara itu, salah seorang aktivis perempuan Takalar Nurlinda Taco, yang kebetulan juga ada di lokasi mengungkapkan bahwa dirinya ikut membantu mengevakuasi pasien ke Mobil polisi.

"Saya sempat membantu mengangkat bayi yang baru di lahirkan tersebut, namun tidak menangis, semua ada 6 orang yang ada di ambulans di evakuasi menggunakan mobil polisi". Ungkapnya.

Advertisement
BAGIKAN