SULSELBERITA.COM. Jeneponto – Bijaklah dalam menggunakan sosial Media (Sosmed), pesan ini tentunya tanpa alasan, karena sudah ratusan pengguna media sosial harus berurusan dengan hukum bahkan berakhir di penjara, gegara media sosial.
Banyak pengguna medsos yang harus terjerat kasus hukum akibat memposting sesuatu yang berbau ujaran kebencian, konten fitnah, mengolok olok pejabat atau lamban negara, bahkan yang berbau rasis dan SARA.
Seperti yang di lakukan oleh akun “KARAENG BASSUNGORI”, salah seorang pengguna Medsos, yang di duga sengaja menggunakan akun Palsu, dalam sebuah postingannya di group Diskusi Suara Rakyat Turatea (SURAT), di duga sengaja memperolok olok Presiden Jokowidodo dengan melabelinya gelar kebangsawanan Makassar, yang belum pernah di anugrahkan kepadanya.
“Insyaallah!!!!bapak JOKO WIDODO KARAENG REWA. akan hadir dibutta TURATEA ..
pada tgl 1.01.2019..
Adakah PUTRA PUTRI DAERAH seperti saya yg bisa datangkan 01.RI?…komentki yang SOPAN. (KUBATALKAN)”. Tulis Akun Karaeng Bassungori.
Kontan saja Postingan tersebut, membuat nitizen lain masuk berkomentar lalu mempertanyakan pemberian gelar Karaeng kepada presiden Jokowi dodo, seperti Akun Akbar Bakrie Jeka, “Sejak kapan dilantik jadi karaeng? Hati-hati memberi gelar”. Protesnya di kolom komentar.
Protes yang sama juga dilakukan oleh nitizen lainnya, “Maaf dia bukan karaeng Rewa, jangan piti kana kanai (Jangan sembarang bicara), kasih gelar karaeng, protes akun Andi Firta Al-Ghazali.
Sementara pemilik akun lainnya berkomentar, ‘Dompala (Bodoh), sejak kapan Jokowi jadi karaeng, tulisnya.
Perlu di ketahui, Gelar Karaeng adalah gelar kebangsawanan suku Makassar, dimana tidak sembarang orang bisa menggunakan atau menyematkan nama Karaeng pada dirinya, meskipun dia seorang pemimpin negara, gelar kebangsawanan Karaeng hanya bisa di berikan, ketika dilakukan secara resmi dan melalui upacara adat dan persetujuan semua keturunan Karaeng.
Apa yang dilakukan oleh Nitizen Karaeng Bassungori tersebut, dengan memposting Nama Jokowi Karaeng Rewa, tentunya sangat melukai hati keturunan Karaeng di Makassar, dan tentunya pula masuk kategori memperolok olok Presiden Indonesia Bapak Jokowidodo.






