Dewan Komando Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia Kutuk Tindakan Penghancuran Lapak Pedagang Pasar Sentral Takalar

669

SULSELBERITA.COM. Takalar - Terkait penghancuran dan pembongkaran lapak milik para pedagang pasar sentral Takalar, yang di duga dilakukan oleh oknum dari pohak Perusda Panrannuangku Takalar, menuai kecaman dan tudingan miring dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu elemen mahasiswa yang bereaksi keras atas kejadia tersebut adalah KAMRI (Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia), melalui Dewan Komando nya  Ridwan Tate, mengutuk keras tindakan tersebut.

"Tindakan pembokaran lapak pedagang pasar sentral Kabupaten Takalar yang di lakukan oleh pihak yang sebenarnya di pertanyakan, kenapa? masyarakat yang nenggantungkan hidupnya di pasar sentral Takalar mulai dengan sayuran hingga barang lainnya sebetulnya hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Takalar, tapi kenapa mereka menjadi objek penindasan?" kecam Tate sapaan akrabnya.

Lanjut di katakan "Sedangkan sejarah ruang hidup di peruntukkan untuk manusia dan makhluk hidup lainnya, tidak terkecuali pasar sebagai ruang dan aktifitas ekonomi serta sosial, negara sebagaai satu ruang kompleks dan di isi oleh satu model sistemik. bahkan terstruktur menjadikan masyarakat sebagai objek maupun subjek untuk di majukan. tapi tindakan penghapusan ruang serta penghancuran aktifitas sosial dan ekonomi, kita perlu kembali mendefinisikan apa itu negara. pemerintah sebagai satu struktural formal yang sah sebagai pengatur dan lain lain yang sifatnya memajukan sebuah negara,. namun ketika terjadi penghapusan ruang sosial dan ekonomi masyarakat berarti ada yang salah dengan sistem dan agenda pemerintah sekalipun di lakukan oleh pihak yang belum bertanggung jawab". Ulas Tate.

Baca Juga  Coba Kelabui Counter Pulsa dengan Uang Palsu, FR Dgelandang ke Polsek Bajeng Gowa

Lebih jauh di sampaikan "Di mana peran kalian hai instansi pemerintah? terutama pemerintah Takalar,  Saya sebagai identitas manusia sekaligus masyarakat Takalar mengutuk dan mengecam tindakan penggusuran tersebut, karena instansi yang berkaitan tidak mengantisipasi hal tersebut". Kunci Ridwan Tate. Selasa, (15/5/2018).

Advertisement
BAGIKAN