Plt Kades Parambambe Diadukan Ke DPRD Takalar

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Menyusul aksi heroik Beberapa Penjabat Plt Kades di Takalar yang melakukan tindakan arogan dan sewenang wenang memecat staf dan aparat Desanya, ternyata mendapat perlawanan dari masyarakat, seperti yang diketahui, pemecatan itu terjadi di Desa Bontoloe, Kale Bentang, Sampulungan dan terakhir di Desa Parambambe. Empat desa itu tersebar pada tiga kecamatan di daerah Galesong.

Empat orang aparat Desa (Kepala Dusun) Parangbambe, yang menjadi korban tindakan arogan dan sewenang wenang yang dilakukan oleh Plt Kades Parangbambe, hari ini mendatangi kantor DPRD Takalar Untuk mengadukan persoalan ini, Rabu (31/1/2018).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Ke Empat Kepala Dusin tersebut diterima langsung legislator dari Komisi 1, Nurdin HS dan Husniah Rahman. Turut pula legislator dari daerah pemilihan Galesong, Dahlan Beta.

Salah satu korban pemecatan, Junaeda yang sebelumnya menjabat Kepala dusun (Kadus) Paku Desa Parambambe, menerangkan bahwa selama 11 tahun dirinya dipercayakan masyarakat menjadi kadus.
“Baru kali ini ada pemecatan yang tiba-tiba. Kesalahan kita juga tidak jelas.”kata Junaedah. Dirinya menambahkan bahwa sudah tiga kades berganti, dua kali pergantian bupati, tak pernah ada penggantian.
“Jadi kami ke sini hanya untuk mencari kejelasan penyebab pemecatan. Yang pasti, kadus yang diangkat Plt Kades menyampaikan ke semua warga, katanya karena saya tidak mendukung Bupati terpilih,”kata Junaedah.

Bersama Junaedah, turut dihadiri tokoh masyarakat setempat sambil membawa surat dukungan dari 500an warga parambambe yang meminta supaya mereka dipertahankan.
“Warga kami bertanda tangan semua supaya dipertahankan. Jadi kami berharap ada solusi. Paling tidak, kesewenang-wenangan ini tidak terjadi lagi.”katanya.
Sekretaris Komisi 1 DPRD Takalar, Husniah Rahman yang turut menerima aspirasi meminta kepada perwakilan warga utk menahan diri dan menjaga stabilitas desa.
“Bapak dan ibu agar tetap menahan diri. Aspirasi ini akan kam tindak lanjuti dalam waku dekat,”kata Husniah.

Pos terkait