Plt Kades Parambambe Diadukan Ke DPRD Takalar

746

SULSELBERITA.COM. Takalar - Menyusul aksi heroik Beberapa Penjabat Plt Kades di Takalar yang melakukan tindakan arogan dan sewenang wenang memecat staf dan aparat Desanya, ternyata mendapat perlawanan dari masyarakat, seperti yang diketahui, pemecatan itu terjadi di Desa Bontoloe, Kale Bentang, Sampulungan dan terakhir di Desa Parambambe. Empat desa itu tersebar pada tiga kecamatan di daerah Galesong.

Empat orang aparat Desa (Kepala Dusun) Parangbambe, yang menjadi korban tindakan arogan dan sewenang wenang yang dilakukan oleh Plt Kades Parangbambe, hari ini mendatangi kantor DPRD Takalar Untuk mengadukan persoalan ini, Rabu (31/1/2018).

Ke Empat Kepala Dusin tersebut diterima langsung legislator dari Komisi 1, Nurdin HS dan Husniah Rahman. Turut pula legislator dari daerah pemilihan Galesong, Dahlan Beta.

Baca Juga  OPM Makin Brutal, Selain Tembak Tenaga Medis, Juga Mutilasi Seorang Petani
Advertisement

Salah satu korban pemecatan, Junaeda yang sebelumnya menjabat Kepala dusun (Kadus) Paku Desa Parambambe, menerangkan bahwa selama 11 tahun dirinya dipercayakan masyarakat menjadi kadus.
"Baru kali ini ada pemecatan yang tiba-tiba. Kesalahan kita juga tidak jelas."kata Junaedah. Dirinya menambahkan bahwa sudah tiga kades berganti, dua kali pergantian bupati, tak pernah ada penggantian.
"Jadi kami ke sini hanya untuk mencari kejelasan penyebab pemecatan. Yang pasti, kadus yang diangkat Plt Kades menyampaikan ke semua warga, katanya karena saya tidak mendukung Bupati terpilih,"kata Junaedah.

Bersama Junaedah, turut dihadiri tokoh masyarakat setempat sambil membawa surat dukungan dari 500an warga parambambe yang meminta supaya mereka dipertahankan.
"Warga kami bertanda tangan semua supaya dipertahankan. Jadi kami berharap ada solusi. Paling tidak, kesewenang-wenangan ini tidak terjadi lagi."katanya.
Sekretaris Komisi 1 DPRD Takalar, Husniah Rahman yang turut menerima aspirasi meminta kepada perwakilan warga utk menahan diri dan menjaga stabilitas desa.
"Bapak dan ibu agar tetap menahan diri. Aspirasi ini akan kam tindak lanjuti dalam waku dekat,"kata Husniah.

Baca Juga  Komite Keselamatan Jurnalis Kecam Kasus Kriminalisasi Terhadap Wartawan Muhammad Asrul
Advertisement
BAGIKAN