Seorang Siswi Kelas I SMA Di Pulau Tanakeke, Jadi Korban Pelecehan Seksual

2905

SULSELBERITA.COM.Takalar - Kejahatan seksual bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, seperti yang di alami oleh sebut saja namanya "Bunga" 14 thn (nama samaran), siswi kelas 1 SMA Neg 10 di Dusun Dande dandere Desa Maccinibaji Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar ini, menjadi korban pelecehan seksual oleh dua orang pria yang cukup di kenalnya.

Karena tak terima dengan perlakuan pelaku, Bunga di dampingi oleh keluarganya (Jumat, 6/10/2017) mendatangi kantor Polres Takalar untuk melaporkan dua orang pria yang di tuding telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya, kedua pria yang dilaporkan oleh korban tersebut adalah  Rahim dan Ramli Sese, keduanya adalah Warga Dusun Dande Dandere, Desa Maccinibaji Kepulauan Tanakeke.

Menurut keterangan Bunga (korban) kepada awak media menceritakan Kronologis Kejadian yang menimpa dirinya, "Tanggal 29 September lalu sekitar pukul 18.12 wita, saya di SMS oleh Rahim (pelaku) dengan menggunakan HP milik teman saya yang bernama Arman, yang meminta saya untuk ke belakang TK Yayasan Annisa" Jelas Bunga.

Baca Juga  Ada Apa? Pertanyakan Kasus 4 Tahun Silam yang Tak Kunjung P21, Oknum Jaksa Kejari Pekanbaru Malah Naik Pitam
Advertisement

"Saat tiba di belakang TK Annisa, tiba tiba saya langsung di peluk oleh ke dua pelaku secara bergantian, lalu meraba dan meremas bagian sensitif saya. karena tidak terima di perlakukan seperti itu, saya melawan dan berontak, lalu berteriak keras minta tolong,  akhirnya kedua pelaku melarikan diri" Ungkap Bunga sambil menunduk menahan rasa malu. (Jumat, 6/10/2017).

Belakangan Karena merasa tidak tahan akan rasa malu akhirnya Korbanpun mengadukan perlakuan ke dua pelaku terhadap dirinya kepada Guru sekolahnya, setelah itu korban lalu mengadu pada orang tuanya.

Korban selama beberapa hari menyimpan rapat rapat apa yang menimpa dirinya, karena takut dengan ancaman ke dua pelaku. "Waktu itu saya tidak beritahu orang lain, bahkan takut melapor karena saya diancam oleh kedua pelaku akan dibunuh jika saya melapor ke orang tua atau polisi". Ungkap Bunga lagi.

Baca Juga  Ketua APAK Dukung Polda Sulsel Usut Tuntas Dugaan Mark Up Bantuan Sembako Covid 19

Sementara itu  Taufik Dg. Ngalle orang tua Korban  mengaku keberatan dan sangat tidak terima dengan apa yang menimpa putrinya tersebut.

"Saya tidak terima anak saya diperlakukan tidak senonoh, ini sudah harus diproses hukum, untuk itu kasus ini Saya laporkan ke polisi".Kata Taufik Dg. Ngalle.

Advertisement
BAGIKAN