Berulang Kali Macet: PT Etika Jaya Beton Dituduh Lalai Bayar Pekerjaan, Nilai Tunggakan Capai Ratusan Juta

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar –  Pengerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pamukkulu kembali mangkrak. Proyek yang sebelumnya sudah bermasalah dan terlambat kini terhenti lagi karena pihak subkontraktor, Daeng Ngitung, mengaku belum dibayar untuk biaya material dan upah tenaga kerja senilai lebih dari Rp700 juta.

Daeng Ngitung sebelumnya ditunjuk oleh kontraktor pelaksana, PT Etika Jaya Beton, untuk menangani pekerjaan di lapangan. Namun, ia menyatakan bahwa kegiatan sudah berhenti selama sekitar empat minggu akibat ketidakjelasan pembayaran yang tidak sesuai kesepakatan kontrak.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya kami juga sempat berhenti karena tunggakan sekitar Rp800 juta, yang akhirnya diselesaikan setelah beberapa bulan. Tapi sekarang masalah yang sama muncul lagi, bahkan tunggakannya mencapai lebih dari Rp900 juta,” tegasnya saat ditemui awak media, Sabtu (5/9/2026).

Ia menambahkan, belakangan pihak kontraktor melalui seseorang bernama Mei hanya melunasi sekitar Rp248 juta. Karena jumlah tersebut dinilai jauh dari menutupi seluruh kewajiban utang, Daeng Ngitung memutuskan untuk menarik pasokan material dan menghentikan kehadiran pekerja di lokasi proyek hingga pembayaran tuntas diselesaikan.

Pos terkait